Pengungsi Rohingya Hadapi Ancaman Darurat Banjir dan Longsor

Ilustrasi kamp pengungsi Rohingya di Cox Bazar dalam kondisi tidak sehat/ AFP

JENEWA – Badan PBB Urusan Pengungsi UNHCR mengatakan musim hujan membuat  pengungsi Rohingya yang ditampung di kamp-kamp di luar Myanmar  menghadapi situasi darurat banjir dan tanah longsor.

Komisaris Tinggi UNHCR Filippo Grandi  mengatakan puluhan ribu pengungsi itu harus segera direlokasi.

“Dengan munculnya situasi darurat yang baru, kami kini berpacu dengan waktu. Musim hujan akan mulai Maret ini,” kata Grandi.

Sementara itu dibawah tekanan internasional, pemerintah Myanmar setuju untuk mengizinkan sejumlah warga Rohingya kembali ke negara bagian Rakhine.

Duta Besar Myanmar Untuk PBB Hau Do Suan mengatakan, “Kami telah melakukan persiapan yang diperlukan dan kini siap menerima kelompok pertama pengungsi yang kembali.” ujarnya.

Tetapi wartawan menemukan masih berlanjutnya aksi kekerasan terhadap kelompok minoritas Muslim di negara bagian Rakhine itu.

Wakil Kepala PBB Untuk Urusan Politik Miroslav Jenca mengatakan, “Kantor berita Reuters mempublikasikan laporan yang ditulis wartawan-wartawan mereka tentang pembunuhan terhadap 10 laki-laki Rohingya di desa Inn Din, Maungdaw, di bagian utara Rakhine. Associated Press juga melaporkan adanya lima kuburan massal di desa Gu Dar Pyin di Buthidaung.”

Duta Besar Bangladesh Untuk PBB Masud bin Momen juga mengatakan, “Sisa warga Rohingya di utara Rakhine masih terus melewati perbatasan; melarikan diri dari kekejaman, penganiayaan dan kelaparan. Dalam 10 hari pertama bulan ini, ada 1.500 pengungsi baru yang tiba di Bangladesh.”

 

Advertisement