Penjelasan BMKG Tentang Awan Lurus di Pacitan

Penampakan awan lurus di Pacitan/ pacitanku.com

PACITAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan pemandangan awan berbentuk garis lurus berwarna putih yang membelah langit Pacitan, Jawa Timur bukan pertanda akan timbul gempa.

“Awan tersebut merupakan fenomena atmosferik biasa, bukan merupakan pertanda bencana alam seperti gempa bumi,” kata Daryono, Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Bencana BMKG, di akun Instagram pribadinya.

aryono menyebut ada dua dugaan terkait jenis awan. Pertama, ini merupakan roll cloud atau awan gulung dan kedua, awan lurus terbentuk dari contrail pesawat jet atau jejak kondensasi pesawat jet yang melintas.

Awan gulung, fenomena awan gulung termasuk langka tetapi pernah beberapa kali terjadi. Awan terbentuk akibat pertemuan dua massa udara dengan kelembapan atau kandungan uap air yang berbeda.

Kondisi seperti ini dipengaruhi pertemuan angin regional dengan angin laut atau darat atau terbentuk pada garis front dua massa udara yang berbeda kandungan uap airnya.

Contrail pesawat jet, pesawat jet yang melintas akan meninggalkan jejak kondensasi (contrail) atau jejak uap air yang terkondensasi dari sisa pembakaran mesin pesawat.

Daryono mengatakan biasanya jejak kondensasi relatif kecil diameternya, warna kontras dengan warna langit dan bentuknya lebih mirip awan cirrus. Kemudian dalam hitungan menit contrail sudah hilang.

“Adanya beberapa dugaan ini disebabkan karena memang tayangan video awan di Pacitan tersebut memang kurang jelas, sehingga dugaan awan tersebut adalah roll cloud atau contrail jejak pesawat jet,” ujarnya.

p

Advertisement