Penjelasan PVMBG Tentang Aktivitas Anak Krakatau Sesaat Sebelum dan Sesudah Tsunami

Gunung Anak Krakatau semburkan awan panas/ Kumparan

JAKARTA – Kepala Badan Geologi Plt. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  Antonius Ratdomopurbo mengatakan berdasarkan data Citra Sentinel tanggal 11 Desember 2018 dan 23 Desember 2018 terlihat ada longsoran di Gunung Anak Krakatau.

Dalam keterangan tertulisnya, yang diterima Jumat (28/12/2018), Antonius mengatakan bahwa sebagian lereng sektor Barat sampai Selatan terlihat telah mengalami longsor yang diperlihatkan dari perbandingan citra sebelum dan sesudah kejadian tsunami.

Sementara sampai dengan tanggal 15 Desember 2018, terjadi aktivitas berupa letusan strombolian dan kadang tenang satu sampai dua hari, berselang strombolianselin.

Pada tanggal 19-21 Desember 2018, aktivitas masih berupa letusan dan tanggal 22 Desember 2018 dari jam 07 pagi, rekaman seismik menunjukkan bahwa letusan menerus tanpa jeda.

Kemudian sebelum terjadinya tsunami, telah terjadi gempa pada jam 20.55 WIB, dan  diperkirakan berada di komplek Krakatau. Pada Jam 21.03 WIB, alat seismic di Gunung Anak Krakatau mati dan diperkirakan terkena letusan.

Pemantauan selanjutnya menggunakan stasiun seismik Sertung. Data seismik tidak menunjukkan adanya gejala kenaikan energi seismik sebelum kejadian longsor.

Sejak tanggal 22 Desember 2018 pagi sampai saat ini, letusan berlangsung tanpa jeda. Gelegar suara letusan terdengar beberapa kali per menit. Saat ini aktivitas letusan masih berlangsung secara menerus, yaitu berupa letusan strombolian disertai aliran lava pijar dan awan panas.

Pada tanggal 26 Desember 2018 letusan berupa awan panas dan surtseyan. Awan panas ini yang mengakibatkan adanya hujan abu termasuk yang terekam pada 26 Desember 2018 jam 17.15 WIB. Dari Pos Kalianda, jam 12 malam melaporkan suara gemuruh dengan intensitas tinggi.

Akibatnya, pada Kamis (27/12/2018) pukul 06.00 WIB status Gunung api tersebut dinaikkan menjadi Siaga.

PVMBG terus melakukan pemantauan secara intensif dan kontinyu, dan statusnya dapat berubah sewaktu-waktu baik penurunan ataupun kenaikan status, dan akan disesuaikan sesuai dengan perubahan tingkat kegiatan dan ancamannnya.

Advertisement