JAKARTA – Penurunan testing harian beberapa waktu belakangan diduga karena ada laporan pemeriksaan spesimen Covid-19 yang belum terkirim ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan.
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Brigjen TNI (Purn) Alexander Kaliaga Ginting menduga laporan pemeriksaan bisa saja tertunda karena cut off time atau batas waktu pelaporan Covid-19 yang disampaikan ke Pusdatin hanya sampai pukul 12.00 WIB setiap harinya.
“Kita juga menduga spesimen tertunda pemeriksaannya karena cut off kita ini jam 12 siang, jadi tertunda laporannya, bukan sampel spesimennya tidak terkirim, tapi laporannya yang tertunda,” kata Alex.
Menurutnya, pihak laboratorium dan petugas kesehatan tidak melonggarkan pemeriksaan karena masa libur panjang, mereka tetap melakukan pemeriksaan spesimen.
Alex menjelaskan ada beberapa petugas kesehatan di laboratorium yang memeriksa spesimen, ada juru analis, ada petugas pencatat data, dan ada petugas yang memberikan pelaporan data ke pusat. Seluruhnya terintegrasi dan tetap bekerja selama masa liburan.
Sehingga penurunan jumlah testing harian dikarenakan ada keterlambatan pengiriman data, bukan karena pemeriksaan spesimen yang menurun.
Jika ada lonjakan pada beberapa hari mendatang, menurutnya, belum tentu diakibatkan periode liburan panjang. Karena gejala yang dirasakan baru akan timbul setelah 7 hari masa liburan, yakni sekitar 7 atau 8 November.
“Yang paling penting, apakah dampak libur panjang akan ada penambahan kasus, ini baru bisa kita lihat seminggu ke depan, karena masa inkubasi virus di tubuh selama 7-10 hari,” katanya.
Berdasarkan data harian Satgas Covid-19, jumlah testing dalam seharinya masih berkisar pada angka 20 ribu orang dalam sehari. Pada momen libur panjang dan cuti bersama, pengetesan bahkan hanya dilakukan pada 17 ribu orang dalam sehari.
Rinciannya pada 28 Oktober, jumlah yang testing sebanyak 27.344 orang, 29 Oktober 25.393 orang, 30 Oktober 23.278 orang, 31 Oktober 27.459 orang, 1 November 17.971, dan 2 November 20.146.




