NGAWI – Mesikpun banyak orang yang menawarkan untuk mengadopsi anaknya, namun Naryanti (21), seorang penyandang disabilitas dari Desa Rejuno Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi memilih untuk membesarkan anaknya sendiri, yang merupakan hasil dari perkosaan yang dilakukan kerabatnya.
Dalam kondisi tubuhnya yang tidak sempurna pun, ia masih berusaha memberikan Air Susu Ibu (ASI) untuk Joko Wahyu Nugroho (9 bulan).
Diketahui, Naryanti menderita cacat sejak kecil dan dalam membesarkan anaknya ia hanya sambil berbaring saja karena tuna wicara dan tak mampu duduk.
Seperti dikutip dari Beritajatim, Ayah Naryanti, Sungeb, mengatakan Naryanti sejak kecil mengalami cacat otak atau celebral Palsy. Sehingga hanya bisa berbaring dan tak bisa bicara. “Dia hanya bisa tidur-tiduran saja. Seperti layaknya bayi. Semua aktivitas dibantu oleh keluarga,” kata Sueb, Minggu (28/8/2016).
Joko merupakan hasil dari pelecehan seksual yang dialami Naryanti oleh kerabatnya sendiri dan tidak sampai dibawa ke ranah hukum karena ia diancam oleh si pelaku.
Hebatnya lagi, selama ia mengandung Joko, Sueb menuturkan Naryanti tidak pernah mengeluh. Pun saat melahirkan, Naryanti tidak juga mengalami kesakitan yang luar biasa. “Naryanti juga memilih membesarkan anaknya. Dia juga menemani sang anak sambil berbaring. Tetap juga memberikan asi,” katanya.
Sementara itu Kakak Naryanti, Sutini, kadang sedih melihat kondisi adiknya yang harus membesarkan Joko. Namun, semangat yang luar biasa dari Naryanti menumbuhkan keoptimisan sendiri di benak keluarga besarnya.
Menurutnya, banyak warga yang datang untuk menawarkan diri mengadopsi Joko. “Naryanti menolak. Kami pun ikut menolak karena kegigigan Naryanti,” terangnya. Dia hanya berharap ada uluran tangan dari Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Ngawi.





