Peralihan Musim Basah Menuju Kering, Potensi Bencana di Sumbar Masih Ada

Ilustrasi Banjir dan Longsor Sumbar/ BPBD
PADANG – Cuaca Sumatera Barat tiga hari ke depan cenderung kering karena menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Sumatera Barat (Sumbar) awan-awan hujan yang tumbuh di provinsi itu mulai bergerak ke Sumatera Bagian Selatan.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padangpariaman, Budi Samiadji mengatakan hal tersebut karena saat ini Sumbar dalam masa peralihan dari musim basah ke musim kering dan juga disebabkan oleh adanya pola siklonik caleb di Barat daya Sumatera.
Pola siklonik caleb tersebut, terangnya yang menyebabkan pergerakan awan-awan hujan yang ada di Sumbar bealih ke Sumatera bagian selatan.
Tetapi potensi hujan lokal menurutnya masih ada dan bisa terjadi di Mentawai, Kabupaten Solok, Sijunjung, Sawahlunto, Padang Panjang, Bukittinggi, Agam khususnya di kawasan Maninjau, Malalak, Tiku.
Selanjutnya di Kota Padang, Kabupaten Limapuluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat bagian timur dan Dharmasraya, Solok Selatan.
Tidak hanya hujan, namun juga potensi angin agak kencang dengan kecepatan 30 sampai 35 Kilometer per jam yang biasanya terjadi pada siang hari Mentawai, Padang, Padangariaman bagian barat, Kota Pariaman,Tiku, Pasaman Barat.
“Dampak dari itu bisa berupa longsor, banjir dan genangan air di Pasaman Barat bagian utara, Sijunjung, Dharmasraya, Limapuluh Kota bagian selatan dan timur,Malalak, Balingka, Sitinjau, Lembah Gumanti, Solok Selatan bagian selatan dan Pasaman bagian utara,” katanya, Jumat (24/3/2017), diberitakan Antara.

 

Advertisement