JAKARTA – Alissa Wahid, seorang aktivis dan cendekiawan Muslim, menyatakan bahwa zakat dan wakaf dapat membantu mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).
Alissa Wahid menyoroti tiga aspek penting dalam pemberdayaan zakat dan wakaf yang dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs.
Menurutnya, keberhasilan program-program ini sangat tergantung pada manajemen yang tepat.
“Program yang bagus, apabila tidak dipegang oleh orang yang tepat, maka tidak akan kemana-mana,” katanya, dilansir dari laman Kemenag.
Aspek pertama yang ditekankan adalah penggunaan sumber daya untuk kepentingan umat.
Alissa Wahid menegaskan bahwa bagian ini berfokus pada penyelesaian masalah umat secara langsung, seperti bagaimana zakat dapat membantu mengatasi stunting.
“Kedua adalah sumber daya pemberdayaan umat. Keberhasilan program pemberdayaan umat tidak hanya dilihat dari pelaksanaannya, tetapi juga dari hasilnya dalam membantu masyarakat menjadi lebih mandiri,” terangnya
Aspek ketiga yang disebutkan oleh Alissa adalah peran zakat dan wakaf dalam bentuk blended finance.
Dia menjelaskan bahwa pendekatan blended finance menitikberatkan pada tujuan pembangunan berkelanjutan, dengan 17 agenda SDGs sebagai ukuran keberhasilannya.
Alissa Wahid menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi contoh yang baik dalam menerapkan blended finance untuk mencapai SDGs. Dia berharap Indonesia dapat menjadi pionir dalam mengatasi tantangan global.





