PARIS—Perancis mengumumkan keinginannya agar Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk menginvestigasi kemungkinan kejahatan perang di Aleppo, Suriah.
Bagian timur Aleppo yang dikuasai pemeberontak terus terkepung sejak awal September. Kawasan ini menjadi fokus sasaran serangan bom oleh pesawat jet tempur Rusia dan Suriah. “Kita tidak setuju dengan tindakan Rusia yang membom Aleppo. Perancis tidak pernah sokimitmen ini untuk menyelamatkan warga Aleppo,” ujar Jean-Marc Ayrault, Menteri Luar Negeri Perancis, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (11/10/2016).
Ia menambahkan, Presiden Francois Hollande terus memantau situasi terkini di Aleppo, dan akan memutuskan tindakannya setelah bertemu dengan Vladirmir Putin pada 19 Oktober mendatang di Paris.





