GAZA – Ribuan warga Palestina berkumpul untuk melakukan protes di sepanjang pagar pembatas yang memisahkan Israel dan Jalur Gaza pada hari Senin (14/5/2018).
BBC melansir, para demonstran ingin melakukan unjuk rasa terkait dibukanya Kedutaan AS di Yerusalem, yang akan dibuka hari ini, danĀ menyebabkan kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan di Gaza.
Sejak akhir Maret, lebih dari 40 orang Palestina telah dibunuh oleh tentara Israel dalam protes di perbatasan.
Kepala hak asasi manusia PBB Zeid Ra’ad al-Hussein menuduh Israel menggunakan “kekuatan yang berlebihan”.
Israel mempertahankannya telah bertindak secara sah untuk melindungi warga sipilnya dari militan yang berusaha menembus perbatasan.
Sementara AS akan membuka kedutaan baru di Jerusalem,Ā sebuah langkah yang dipuji oleh Israel tetapi dikutuk oleh warga Palestina yang berkumpul untuk protes massal.
Pejabat tinggi AS akan menghadiri acara tersebut, termasuk putri Presiden Trump Ivanka dan suaminya, Jared Kushner.
Keputusan Donald Trump untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv telah membuat marah warga Palestina, yang mengklaim Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan.
Israel menganggapnya sebagai ibu kotanya yang “abadi dan tak terbagi”.
Keputusan Presiden Trump tahun lalu untuk mengakui itu sebagai ibukota Israel pecah dengan dekade netralitas AS pada masalah ini, dan membuatnya bertentangan dengan sebagian besar masyarakat internasional.





