JAKARTA – Pergerakan tanah mengancam ratusan rumah di Desa Bantarmangu, Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dari ratusan rumah tersebut, tercatat sekitar 11 rumah alami rusak berat dan 15 rumah rusak sedang.
”Bencana ini terjadi karena tanah bergerak ke arah Sungai Cikawung. Jika tanah tanah terus bergerak, bukan hanya rumah di atas tanah tersebut saja yang akan mengalami kerusakan. Namun longsorannya juga dalam membendung Sungai Cilemeuh,” jelas Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Cilacap, Gatot Arif Widodo, seperti dilansit Republika Senin (6/3).
Lanjutnya, pergerakan tersebut juga dapat mengisolasi desa jika akses jalan antar penghubung rusak.Warga yang rumahnya rusak berat saat ini mengungsi ke rumah sanak saudara yang relativ lebih aman.
”Kami juga sudah meminta warga yang masing tinggal di rumah wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama pada saat curah hujan masih tinggi seperti sekarang,” tambahnya.
Menurutnya, bencana tanah bergerak di wilayah dusun tersebut sebenarnya mulai terdeteksi pada pertengahan Desember tahun lalu. Saat itu, pergerakan tanah terbatas pada area seluas beberapa ratus meter persegi. Namun seiring dengan tingginya curah hujan, area pergerakan tanah meluas hingga sekitar 15 hektare meliputi wilayah pemukiman dan perkebunan.
Terkait bencana ini, hasil assesment yang dilakukan akhir pekan lalu menyimpulkan kondisi tanah di wilayah tersebut memang sudah tidak layak untuk menjadi tempat tinggal. Hal tersebut juga disimpulkan petugas dari Badan Geologi, setelah mengunjungi lokasi.
”Namun untuk melakukan relokasi, kami masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah Kabupaten,” katanya.





