SEMARANG – Bencana pergerakan tanah yang mengakibatkan tanah amblas terjadi di Semarang, Jawa Tengah sepekan terakhir ini dan menyebabkan sejumlah rumah warga rusak ringan hingga berat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Heru Subroto di Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (2/3) malam, menyebutkan tanah ambles beruntun terjadi sepekan ini.
Ada lima desa terdampak tanah ambles, yakni Desa Candigaron, Desa Ngadikerso, Desa Kebonagung, Desa Pledokan, dan Desa Lanjan di Kecamatan Sumowono dengan kedalaman bervariasi.
“Di Desa Candigaron, pergerakan tanah mengakibatkan patahan hingga sebagian tanah ambles sepanjang 150 meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter,” katanya.
Sedikitnya ada empat titik pergerakan tanah di Desa Candigaron, tetapi yang paling parah terjadi di Lapangan Pandanmrati yang ada di Dusun Delik yang membuat dua rumah warga terdampak dan dimungkinkan potensi kerusakan bisa bertambah. Sehingga rumah milik Tarji (63), di wilayah RT 1/RW 5 terpaksa dirobohkan karena konstruksi rumah yang hanya berjarak kurang dari 15 meter dari Lapangan Pandanmrati sudah sangat mengkhawatirkan.
Ada juga rumah lain yang terdampak, yakni milik Mugiono (46). Kondisi pondasi rumah bagian dapur berukuran 4×6 m terlihat menggantung. Di desa lainnya, kata dia, tanah ambles juga terjadi dengan kondisi hampir sama, seperti di Desa Ngadijerso, Dusun Jambon Desa Lanjan, dan Dusun Kemuning Desa Pledokan yang tergolong parah.
Ia menjelaskan pergerakan tanah juga mengakibatkan sejumlah jalan desa mengalami ambles, seperti jalan yang menghubungkan Desun Delik Desa Candigaron dengan Dusun Sepandan Desa Kemitir sepanjang 50 m, lebar 3 m, dan kedalaman bervariasi.
“Kami dapat laporan ada empat rumah di Desa Kebonagung yang rusak, di antaranya di Dusun Jagoan. Satu rumah rusak berat, dan tiga rumah lainnya rusak ringan. Di Desa Lanjan juga ada satu rumah dan sudah diungsikan penghuninya,” katanya, dilansir Antara.





