Perkotaan Sumbang Angka Kasus Covid-19 Lebih Tinggi Dibanding Kabupaten

Ilustrasi Gedung perkantoran di Jakarta muncul sebagai klaster baru penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. di Jakarta sampai (28/7) tercatat 459 orang terpapar di 90 gedung perkantoran.

JAKARTA – Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah menyatakan bahwa kasus positif COVID-19 di perkotaan menyumbang angka yang lebih tinggi di angka nasional dibandingkan dengan angka kasus positif COVID di kabupaten.

Hasil analisis periode 23 Agustus 2020 menunjukkan bahwa perkotaan di Indonesia (dengan total 98 kota) menyumbang sebanyak 92.953 kasus konfirmasi COVID-19 atau sebesar 64,83 persen dari jumlah angka nasional, sedangkan kabupaten (dengan total 416 kabupaten) menyumbang sebanyak 50.415 kasus atau sebesar 35,17 persen.

“Ketika kita melihat terkait dengan jumlah kasus konfirmasi positif, perkotaan menyumbangkan 64,83 persen kasus COVID-19 yang ada di Indonesia. Sedangkan sisanya, berasal dari kabupaten meskipun jumlah kabupaten lebih banyak,” tutur Dewi dalam dialog di Media Center Satgas Nasional, Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Dewi menjelaskan bahwa pada peringkat 40 besar kabupaten/kota di Indonesia dengan jumlah kumulatif kasus tertinggi di tingkat nasional, perkotaan menempati 28 posisi atau 70 persen dari 40 kabupaten/kota, sedangkan kabupaten hanya menempati 12 posisi atau 30 persen.

Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa kabupaten memiliki tren angka kasus yang lebih baik daripada perkotaan. Berikut merupakan persentase perbandingan kasus aktif, kematian, dan kesembuhan COVID-19 di kota dan kabupaten:

Kota
Kasus aktif: 27,2 persen
Angka kematian: 4,54 persen
Angka kesembuhan: 68,26 persen

Kabupaten
Kasus aktif: 23,21 persen
Angka kematian: 4,4 persen
Angka kesembuhan: 72,39 persen

Dewi menegaskan bahwa jumlah kasus aktif harus menjadi fokus utama karena angka tersebut menunjukkan pasien yang saat ini masih terinfeksi COVID-19 dan sedang dirawat rumah sakit maupun melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Yang harus kita fokuskan adalah jumlah kasus aktif yang ada di Indonesia. Karena jika dihitung secara kumulatif akan terus bertambah, sedangkan kasus aktif adalah berapa jumlah orang yang sedang sakit. Mungkin bisa diisolasi mandiri di rumah bisa juga dirawat di rumah sakit,” tegas Dewi.

 

Advertisement