ACEH – Hari keempat setelah gempa berkekuatan 6,5 SR di Pidie Jaya, Aceh aktivitas perekonomian di Pidie jaya mulai pulihn dengan kembalinya para pedagang untuk berjualan.
Hal tersebut terlihat di Pasar Mereude, Minggu (11/12/2016), sedikitnya lima toko buka dan melayani pembeli. Toko menjual kebutuhan pokok seperti beras, bawang, tomat, dan bumbu dapur.
Khadijah, 60, pedagang, mengaku kembali berjualan bumbu dapur sejak hari ketiga usai gempa mengguncang. Ia juga menjual kebutuhan yang masih dapat diselamatkan dari reruntuhan bangunan.
“Cuma ini. Selebihnya sudah busuk karena tertimbun runtuhan. Hanya ini yang bisa diambil,” ujar Khadijah sambil menunjukkan tomat, bawang, hingga cabai yang berada di tokonya.
kembalinya mereka beraktivitas juga dibarengi dengan harapa tak ada lagi gempa susulan. Sebab, ia sudah tak mampu lagi berlari menyelamatkan diri bila gempa mengguncang. Bahkan saat ini, ia lebih memilih tinggal di tenda pengungsian ketimbang rumahnya.
Begitu pula dengan Irwanto. Pria tersebut berjualan ikan sejak dua hari lalu. Namun ia hanya menjual ikan hasil tambah. Sebab ia belum mendapat ikan dari nelayan.
“Masih banyak nelayan yang belum berani melaut. Sebab guncangan juga terasa di laut, ujarnya, dikutip dari metrotvnews.
Pasar Mereude merupakan satu dari ratusan bangunan yang terkena dampak gempa. Sebanyak 22 orang tertimbun reruntuhan bangunan. Namun semua korban sudah dievakuasi.
Sementara itu di sepanjang jalan nasional yang menghubungkan Banda Aceh-Medan, sejumlah warung kopi dan rumah makan pun mulai buka. Pemilik usaha melayani kebutuhan pengendara yang singgah untuk beristirahat.





