JAKARTA – Sudah 49 tahun organisasi antar bangsa kawasan Asia Tenggara (ASEAN) berdiri. Dalam ulang tahun ASEAN kali ini, Menlu Retno, dalam pidato pembukaan menyampaikan semangat ASEAN yang semakin hari semakin membaik dalam membangun kawasan.
“Dalam 49 tahun, negara-negara di ASEAN semakin kuat dan menguntungkan satu sama lain. Bersama kita membangun perdamaian dan stabilitas serta kekuatan solidaritas dan persatuan,” kata Menlu Retno di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Senin (15/8) seperti dilansir Merdeka.com.
“Masing-masing anggota ASEAN harus betul-betul menjaga rumah kita sehingga kita mampu untuk menciptakan dan menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan dan global,” kata Retno.
Stabilitas di kawasan merupakan sesuatu yang tidak begitu saja tercipta, melainkan harus dibentuk dan dipelihara dari waktu ke waktu. Karenanya, perempuan menlu pertama Indonesia ini mengingatkan kembali pentingnya unity centrality di ASEAN.
“Mau tidak mau, ASEAN unity dan centrality harus diperkuat. Sehingga kita betul-betul bisa maju sebagai suatu komunitas yang besar, yang kuat dengan tiga pilarnya yang kuat juga,” kata menlu.
Saat ini GDP bersama ASEAN mencapai USD 2,5 miliar. ASEAN menjadi forum kerja sama regional dengan ekonomi ke-7 terbesar di dunia. Dengan 600 juta penduduk dari 10 negara anggotanya, ASEAN berpotensi menjadi pasar lebih besar dari Uni Eropa dan Amerika Utara.





