Persediaan Sembako Bantuan untuk Bencana di Bojonegoro Menipis

Ilustrasi

BOJONEGORO – Potensi bencana di Bojonegoro masih tinggi mengingat masih berlangsungnya musim hujan hingga kini, padahal persediaan sembako untuk bencana disana mulai menipis, antara lain, beras untuk korban bencana hanya tersisa 5 kuintal.

Kasi Kedaruratan dan Logstik BPBD Bojonegoro MZ. Budi Mulyono mengatakan begitu  pula dengan makanan siap saji, dan bahan makanan lainnya yang sudah tidak banyak, karena sudah dimanfaatkan untuk membantu korban berbagai bencana selama musim hujan tahun ini.

“Kalau memang terjadi bencana luapan Bengawan Solo lagi ya kita akan mengambil beras cadangan di bulog untuk bencana 100 ton,” ucapnya, Selasa (25/4/2017).

Sementara itu untuk menghadapi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih memberlakukan siaga darurat bencana dengan batas waktu sampai akhir April, karena transisi musim hujan masuk musim kemarau.

Ancaman bencana banjir, tanah longsor dan angin kencang masih berpeluang terjadi di daerahnya.
Ketinggian Bengawan Solo di hilir Jawa Timur sekarang ini terpantau naik disebabkan pengaruh hujan dari daerah hulu.

Karenanya kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir luapan Bengawan Solo, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang masih tetap dilakukan.

Advertisement