Pertama Kalinya Mengunjungi Laos, Obama Berikan Bantuan 90 Juta Dolar untuk Bersihkan Bom Sisa Perang

Presiden Amerika Barack Obama. Foto: Reuters

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjanji memberikan dana 90 juta dolar Amerika kepada Laos untuk menghilangkan 80 juta bom klaster yang tak meledak. Bom tersebut dijatuhkan oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari kampanye perang Vietnam 40 tahun lalu dalam rentang waktu 1964-1973.

Antara 1964-1973, pesawat perang Amerika menghujani desa-desa dan kampung-kampung di Laos dengan jutaan ton bom klaster. Amerika kala itu berusaha memutus suplai bagi tentara Vietnam dari negara tetangganya Laos dengan menghujani bom.

Seperti dilansir CNN, Selasa, (6/9), sampai hari ini, kurang dari satu persen bom telah dibersihkan di wilayah Laos. Ini berdasarkan data dari NGO Legacies of War. Upaya untuk menemukan bom-bom klaster tersebut akan dibantu oleh Pentagon. Mereka akan menyediakan data di wilayah mana saja di Laos yang dijatuhi bom klaster.

Pendanaan dari Amerika bagi penemuan dan pembersihan  senjata yang tak meledak saat perang dan bantuan bagi korban telah meningkat secara tetap sejak 2010. Kongres Amerika mengalokasikan dana sebanyak 90 juta USD untuk pembersihan senjata yang tak meledak dan bantuan kepada korban di masa perang. Namun untuk pertama kalinya Presiden Amerika mengakui Amerika memiliki tanggung jawab yang lebih dan harus melakukan lebih banyak untuk membersihkan senjata perang yang tak meledak, termasuk bom kluster.

Presiden Obama juga dijadwalkan melihat berbagai dampak senjata yang tak meledak di masa Perang Vietnam termasuk bagi pertanian dan turisme Laos. Ini merupakan perjalanan pertama Presiden Amerika Serikat yang masih menjabat ke Laos

Advertisement