Pesawat Tempur Rusia Serang Militan yang Dituduh Luncurkan Serangan Kimia

0
127
Ilustrasi

MOSKOW – Juru bicara militer Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan  pesawat tempur Rusia menghancurkan posisi militan di Suriah utara setelah menyalahkan mereka atas serangan dengan gas beracun di Aleppo.

“Pesawat dari Angkatan Pertahanan Kedirgantaraan Rusia melakukan serangan terhadap posisi artileri teroris yang terdeteksi di daerah tersebut, dari mana penembakan warga sipil Aleppo dengan amunisi kimia,” ujar  Konashenkov.

Sementara Kantor Berita Arab Suriah, SANA, mengatakan pasukan Suriah menggempur posisi pemberontak di dekat Aleppo “menyebabkan kerugian besar di kalangan teroris.”

SANA mengatakan dugaan serangan bahan kimia Sabtu malam itu dilakukan oleh “kelompok teroris yang diposisikan di pedesaan Aleppo” yang menembakkan kerang yang mengandung gas beracun di tiga lingkungan di kota terbesar Suriah.

Konashenkov mengatakan sebelumnya bahwa spesialis senjata kimia Rusia telah dikirim ke Aleppo. Rusia adalah sekutu dekat Presiden Bashar Assad dan telah campur tangan dalam beberapa tahun terakhir untuk mengubah gelombang perang sipil yang menguntungkannya.

Direktur Jenderal Kedokteran Forensik Suriah, Zaher Hajjo, mengatakan kepada The Associated Press bahwa semua kecuali 15 dari 105 orang yang dirawat telah dipulangkan. Dia mengatakan dua orang yang berada dalam kondisi kritis telah membaik.

Sementara para pemberontak telah membantah melakukan serangan gas beracun, menuduh pemerintah mencoba merusak gencatan senjata yang dicapai oleh Rusia dan Turki pada September selama pertemuan puncak di kota Rusia Sochi.

Advertisement div class="td-visible-desktop">