JAKARTA- Sejumlah 30 peserta dari 19 lembaga di seluruh Indonesia akan yang mendaftar program Call for Proposal mengikuti Capacity building dan seleksi akhir dari tanggal 1 – 3 Mei 2019 yang bertempat di Arimbi Suite, Jakarta Selatan.
Program call for proposal sudah dimulai sejak 2014 dan terdapat 7 pemenang, 2015 terdapat 8 pemenang, 2016 terdapat 10 pemenang, 2018 terdapat 8 pemenang. Pada tahun 2017 tidak diselenggarakan karena pelaksanaan call for proposal 2016 yang tertunda.
Sementara pada tahun 2019 terdapat 105 proposal pengajuan yang diterima oleh Dompet Dhuafa yang dikirimkan oleh para lembaga untuk syarat mengikuti call for proposal.
Para peserta call for proposal diberikan beberapa materi pengembangan kapasitas. Dimana bisa menjadi bahan referensi progam atau grand making yang ingin mereka diajukan. Dari 19 lembaga yang mengikuti Call for Proposal, nantinya akan dipilih maksimal 10 lembaga.“”Ada maksimal 10 lembaga terpilih nantinya yang akan kita support. Kita melihat dari aspek konten-konten progamnya. Jadi memastikan progam terpilih selaras dengan value-value yang ditentukan oleh Dompet Dhuafa, Ini adalah proses dari seleksi dari program Call for Proposal Dompet Dhuafa,terang Udhi Tri Kurniawan selaku General Manager Ekonomi Dompet Dhuafa.Dompet Dhuafa sebagai inisiator progam Call for Proposal akan memberikan beberapa dukungan atas progam yang diajukan oleh peserta, yakni berupa sumberdaya dana progam, dan Capacity building, berupa pendampingan progam.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Call for Proposal tahun ini akan membagi modal yang diberikan menjadi dua. 70% modal akan diberikan sebagai hibah, 30% lainya aja masuk sebagai investasi Dompet Dhuafa. Dengan hal tersebut, maka progam usaha yang dilakukan lembaga terpilih akan lebih berkelanjutan. Pendampingan juga tidak akan berakhir hanya dalam dua tahun. Dengan 30% nilai investasi, selama progam itu berjalan, Dompet Dhuafa akan terus ikut serta. Sekaligus profit dari program tersebut juga akan kembali diolah untuk kepentingan umat.
Para peserta call for proposal juga selain mendapatkan pendampingan selama dua tahun dan dana hibah, juga akan ada investasi sebesar 30% dari Dompet Dhuafa. Profit yang didapat nanti juga akan di olah kembali untuk kepentingan umat.Melalui Call for Proposal tahun ini bisa mendukung para agen pemberdayaan di daerah-daerah. Sehingga, nilai-nilai pemberdayaan yang Dompet Dhuafa suarakan sejak lama, juga bisa hidup di daerah-daerah.
Diharapkan dengan progam Call for Proposal ini maka Dompet Dhuafa akan bisa mendorong inisiasi pemberdayaan yang dilakukan oleh entitas-entitas di daerah. Dengan menggelorakan semangat #jangantakutberbagi di dalam call for proposal Dompet Dhuafa menciptakan lapangan pekerjaan baru yang dikembangkan bersama agar dapat membuka lapangan pekerjaan yang baru di Indonesia serta mengangkat martabat kaum dhuafa.
Dalam rilis yang diterima KBK, Sabtu (4/5/2019), disebutkan Call for Proposal Dompet Dhuafa sudah ikut membantu puluhan lembaga dan UMKM di daerah untuk bangkit dan lebih profesional. Dengan lebih dari seratus peserta tiap tahunnya, mengindikasikan banyaknya masyarakat yang melihat peluang untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat lokal. Beberapa alumni juga telah berhasil mentransformasikan diri dari Mustaqik menjadi muzzaki.





