PHBS Merawat Organ Reproduksi

Ilsutrasi PHBS

Berbicara tentang masalah kesehatan reproduksi, artinya berbicara tentang tanggung jawab pada diri sendiri. Tanggung jawab untuk dapat melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam keseharian kita secara terus-menerus.

Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan dengan tujuan untuk mempertahankan jenisnya. Untuk dapat melakukan proses reproduksi, manusia memerlukan organ reproduksi dan kelenjar reproduksi yang sehat.

Organ reproduksi pria mempunyai dua fungsi yaitu sebagai produksi sel sperma dan pelepasan sel-sel sperma ke organ reproduksi perempuan. Adapun Organ reproduksi pria terbagi menjadi lima bagian utama, yaitu:

1.    Sepasang testis yang berfungsi untuk menghasilkan sel sperma
2.    Skrotum (Kantung / pembungkus skrotum) yang berfungsi untuk mengatur suhu yang tepat bagi testis dan sel sperma
3.    Saluran sperma yang terdiri atas epididimis dan vas deferens
4.    Penis yang merupakan alat kopulasi (menyalurkan sel sperma atau semen ke organ reproduksi perempuan)
5.    Urethra yang berfungsi menyalurkan sel sperma dan saluran urin

Sedangkanpada organ reproduksi perempuan terbagi juga menjadi lima bagian, yang diantaranya adalah :
1.    Sepasang ovarium yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur
2.    Sepasang fimbria yang berfungsi untuk menangkap sel telur dari ovarium
3.    Sepasang saluran telur / Tuba Fallopi yang berfungsi untuk menyalurkan sel telur dari ovarium ke rahim serta terjadinya fertilisasi atau pembuahan
4.    Uterus (rahim) yang berfungsi sebagai tempat dan berkembangnya embrio
5.    Vagina yang berfungsi sebagai alat kopulasi (tempat disalurkannya sel sperma) dan sebagai jalan keluarnya bayi

Merawat dan menjaga kesehatan reproduksi, berawal dari menjaga kebersihan pada pakaian yang digunakan, khususnya celana dalam. Ada baiknya celana dalam yang sering dipakai sehari-hari terbuat dari bahan katun dan menggantinya setiap satu kali dalam sehari. Karena celana yang dipakai lebih dari satu hari akan menyebabkan terjadinya kelembaban yang dapat menimbulkan bakteri dan penyakit.

Sering-seringlah membersihkan alat reproduksi,  terlebih jika keluar cairan tertentu. Segera bersihkan alat kelamin dengan air bersih setelah buang hajat seperti buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK). Sisa kotoran yang menempel dapat menyebabkan terjadinya iritasi dan infeksi.

Untuk kaum perempuan, jangan membersihkan alat reproduksi dari belakang kedepan tapi bersihkanlah dengan cara dari depan ke belakang. Hindarkan kebiasaan menggaruk saat gatal karena bisa menimbulkan iritasi. Dianjurkan menggunakani tisu basah hangat dan dibasuh.

Khusus untuk alat reproduksi perempuan, memang tidak mudah dalam merawatnya. Terlebih jika tidak dijaga dan dirawat dengan baik, berbagai penyakit organ reproduksi berbahaya pun akan bemunculan, kebanyakan masalah yang terjadi pada kesehatan reproduksi perempuan adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus.

Para pria dan perempuan dewasa, membersihkan alat reproduksi dapat dilakukan dengan cara mencukur bulu pada alat kelamin (kemaluan). Ini sangat berguna untuk menghilangkan bakteri dan kelembaban pada kemaluan. Bulu yang terlalu panjang dapat membuat area sekitar organ intim menjadi lembab dan banyak bakteri. Maka dari itu, mencukur bulu pada organ reproduksi sangat penting untuk kesehatan reproduksi.

Merawat kesehatan reproduksi bisa dimulai dengan kebiasaan yang baik. Diantaranya adalah tidak menggunkan alat-alat elektronik di dekat paha seperti handphone, tablet, laptop dan lainya. Gedget atau alat elektronik yang panas dapat mengakibatkan kualitas sperma berkurang. Begitu juga dengan penggunaan celana yang super ketat akan membuat organ reproduksi menjadi panas.
Tanamkanlah prinsip untuk tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Hubungan seks pranikah biasanya dapat terjadi pada lebih dari satu pasangan. Hal inilah yang akan membuat peluang besar terjadinya penularan penyakit kelamin. Apalagi banyak penyakit kelamin saat ini yang sangat berbahaya dan beresiko merusak alat kelamin.

Biasakan juga merawat kesehatan reproduksi dengan cara memeriksakan kesehatan secara berkala. Ini bisa dilakukan paling tidak sekali dalam setahun guna mendeteksi  penyakit kelamin yang muncul, terutama kanker pada organ reproduksi. Deteksi dini akan mempemudah penanganan dan mendapatkan keberhasilan yang baik dalam penanganannya.

Beberapa jenis kanker yang harus diwaspadai pada organ reproduksi perempuan dan pria diantaranya adalah

1.    Kanker serviks / kanker leher rahim pada perempuan

Pemeriksaan yang disarankan adalah Pap Smear atau liquid based cytology (LBC). Disarankan dilakukan pada perempuan berusia 25 tahun ke atas, terutama yang sudah melakukan aktivitas seksual secara aktif.

Untuk perempuan berusia di antara 25-49 tahun, pap smearsebaiknya dilakukan tiga tahun sekali.
Sementara untuk wanita berusia di atas 49 tahun, tes ini sebaiknya dilakukan lima tahun sekali.
Untuk perempuan berusia 65 tahun ke atas hanya perlu melakukan tes ini jika beberapa hasil tes terakhir tidak normal atau belum pernah menjalani tes sejak umur 50 tahun.

2.    Kanker prostatpada pria

Pada umumnya, keputusan untuk memeriksa keberadaan kanker prostat dan frekuensi pemeriksaannya berada di tangan pasien sepenuhnya. Belum ada bentuk rekomendasi yang bersifat universal mengenai pemeriksaan ini. Keputusan untuk memeriksa akan didasarkan kepada riwayat kesehatan pasien dan keluarganya.

Pemeriksaanyang disarankan adalah pemeriksaan terhadap Prostate Specific Antigen (PSA). PSA adalah protein yang diproduksi oleh jaringan kanker prostat. Tapi hasil PSA yang tinggi tidak selalu disebabkan oleh kanker prostat dan tidak setiap kasus kanker prostat menunjukkan hasil PSA yang tinggi.

Disarankan pemeriksaan PSA dilakukan pada pria yang berusia antara 40-75 tahun dan  dengan anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker prostat.
Berikut beberapa PHBS dalam merawat organ reproduksi pada perempuan dan pria yang harus diketahui dan dilaksanakan.

PHBS merawat organ reproduksi perempuan

Biasakan membilas vagina setelah selesai BAK dan BAB. cucilah hingga bersih dengan membilasnya dari arah depan ke belakang. Kebanyakan wanita tidak paham akan hal ini, banyak wanita yang membasuh organ intim dari anus ke arah vagina.

Hal ini akan menyebabkan bakteri bersarang pada anus dan masuk ke liang vagina, sehingga mengakibat timbulnya rasa gatal di area vagina. Sebaiknya basuh organ intim dengan tisu sebelum mengenakan celana dalam dengan sekali usap. Apabila area organ intim dibiarkan lembab, jamur akan tumbuh dengan mudah.

Jangan memakai celana dalam yang terlalu ketat, Karena dapat menekan otot vagina dan membuat area sekitar menjadi lembab. Contohnya seperti celana jeans, inilah yang memicu terjadinya kelembaban dan menimbulkan tumbuh kembangnya jamur.

Ganti celana dalam 1 kali sehari bila keadaan cuacanya dingin. Namun, bila keadaan cuacanya panas sebaiknya ganti 2 kali dalam sehari. Pastikan celana yang dikenakan yang mudah menyerap keringat.

Perhatikan jenis kertas tisu saat akan digunakan untuk membersihkan organ intim. Tissue memang sangat baik karena berfungsi menyerap air dan lendir. Namun tissue yang tercemar oleh kuman dan bakteri akan sangat berbahaya

Hindari menggunakan air penampungan atau air bekas orang saat berada di toilet umum, dari hasil penelitian air yang ditampung yang terdapat dalam toilet umum bisa mengandung bakteri dan jamur.

Gunakanlah pembalut dengan tekstur yang lembut dan kering supaya tidak terjadi iritasi ketika Anda mengalami menstruasi. Ganti pembalut sesering mungkin terlebih pada saat aliran darah banyak yang mencapai 5 hingga 6 jam sekali. Sebab darah yang tertampung pada pembalut akan tumbuhnya kuman yang bisa menyebabkan infeksi.

Jangan menggunakan pantyliner beraroma parfum secara rutin setiap hari karena bisa menimbulkan iritasi pada kulit. Penggunaan pantyliner hanya dilakukan jika mengalami keputihan. Persiapkan selalu celana dalam lebih untuk ganti.

Penggunakan cairan khusus secara terus-menerus dalam membersihkan organ intim juga harus dihindari. Karena ini akan mengganggu keseimbangan flora dalam vagina. Apabila terlalu sering digunakan, justru akan membunuh bakteri baik yang berujung pada tumbuhnya jamur. Sehingga akan timbul gatal-gatal di daerah organ intim.

Jangan melakukan hubungan seksual saat haid. Karena dinding rahim saat menstruasi cenderung lebih lunak sehingga mudah terjadinya luka. Hindari juga depresi dan stres yang berlebihan dan beralihlah ke gaya hidup sehat dengan aktif berolahraga dan mengosumsi makanan dengan gizi seimbang.

PHBS merawat  organ reproduksi pria

Selain sebagai organ reproduksi yang penting, penis merupakan simbol kejantanan bagi kaum pria, sehingga kesehatannya pun harus selalu dijaga agar dapat berfungsi dengan baik.
Cuci organ reproduksi secara rutin, yaitu membilasnya dengan air bersih setiap kali melakukan BAK maupun BAB. Untuk laki-laki yang belum atau tidak disunat wajib membersihkan bagian dalam kulup  yaitu kepala penis dalam sampai bersih agar terhindar dari kanker.

Ganti celana dalam paling tidak 2 kali dalam sehari jika si penggunanya mudah berkeringat, untuk menghindari tumbuhnya kuman dan bakteri. Celana dalam yang tidak higienis seperti berkeringat, kotor, daki serta lembab, ini akan memudahkan bakteri berkembang biak. Sehingga timbullah berbagai jenis penyakit seperti biang keringat, bau tak sedap dan lain-lain.
Jika rambut pada alat kelamin sudah memanjang sebaiknya harus segera dicukur supaya tetap pendek dan terhindar dari tumbuhnya bakteri. Selain itu, ada juga bakteri baik yang terdapat di area alat kelamin, maka jangan mencukur habis rambut pada organ reproduksi.

Organ reproduksi sangat sensitif terhadap sinar x rontgen, maka usahakan untuk tidak keseringan melakukan rontgen. Lakukan rontgen satu kali saja dalam rentang waktu enam bulan. Hindari juga makanan dan minuman yang dapat merusak organ reproduksi seperti minum minuman beralkohol , rokok, dan narkoba.

Bila organ reproduksi pria berada dalam lingkup yang panas, maka sperma yang dihasilkan akan turun kualitasnya. Ini bisa menyebabkan sulit terjadinya pembuahan oleh sel telur sang istri. Oleh karena itu, hindari penggunaan pakaian ketat berbahan panas dan kurang ventilasi udara. Serta jauhi juga kebiasaan buruk seperti memangku laptop di atas paha karena dapat meningkatkan suhu pada organ reproduksi.

Oleh : dr Yahmin Setiawan, MARS
# dari berbagai sumber

Advertisement