JAYAPURA – Salah satu pilot pesawat Twinoter milik Dimonim Stanislaos Kasta Gunawan Yustantino, mengaku cuaca di wilayah pegunungan Papua secara umum susah ditebak.
Stanislaos mengemukakan hal itu terkait Pesawat pilatus dengan nomor penerbangan PK-HVQ milik Dimonim Air diketahui jatuh di Gunung Manuk pada Sabtu (11/8/2018).
“Kondisi cuaca umumnya di wilayah pegunungan Papua tidak bisa ditebak, ada bulan-bulan tertentu kondisinya bisa tebak yakni kadang baik kondisinya baik, siangnya jelek,” kata dia, Senin (13/8/2018), di Jayapura.
Dia mengatakan pada Antara, cuaca di Kabupaten Pegunungan termasuk ekstrem, ada beberapa bulan-bulan tertentu yang tidak bisa diprediksi karena sepersekian detik sudah berubah. “Karena jarak dari tanah merah ke Oksibil cuman 30 menit, sedangkan perubahan waktu dalam perjalanan bisa berubah,” ujarnya.
Informasi yang diperoleh kala itu, kata dia, pesawatnya sudah sampai di Oksibil baru hilang kontak dan kemudian jatuh. “Tidak ada firasat buruk ketika dua rekan saya hendak terbang dari Tanah Merah ke Oksibil,” ujarnya.





