Pilpres Masih Jauh, Baliho Bermunculan

Pilpres masih jauh, pada 2024, namun baliho atau billboard para capres sudah bermunculan, terutama Ketua DPR dari F-PDIP Puan Maharani.

PEMILIHAN presiden baru akan digelar pada 2024 atau masih tiga tahun lagi, tetapi billboard dan baliho raksasa memampang foto capres sudah bertebaran di lokasi-lokasi strategis di sejumlah kota.

Yang paling banyak dan paling awal dipasang adalah foto Ketua DPR, Puan Maharani yang walau belum resmi, digadang-gadang oleh PDI-P sebagai capres mendatang, disusul Ketua Partai Golkar Erlangga Hartarto, Ketua PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Partai Demokrat Agus Harimurty Yudhoyono (AHY).

Walau dibantah kalangan internal PDI-P, pemampangan foto Puan secara masif dikait-kaitkan oleh para pengamat dan publik sebagai upaya mengerek elektabilitas puteri Ketum PDI-P Megawati itu yang tertinggal jauh dari sesama kader yakni Ganjar Pranowo.

Ganjar yang menjabat gubernur Jawa Tengah popularitasnya melejit akibat kerap diwawancarai media terkait dengan kiprah dan kinerjanya yang dianggap baik dan proaktif dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sementara pakar komunikasi politik Leily Ariane menilai, aksi “mencuri start atau kampanye terselubung” melalui pemampangan foto pimpinan atau tokoh parpol tidak etis di tengah masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini.

Hal itu, lanjutnya, bisa membuat rakyat yang sedang terhimpit kesulitan ekonomi akibat berbagai pembatasan kegiatan usaha mereka melalui kebijakan PSB atau PPKM tersinggung.

Leily berpendapat, alangkah baiknya jika pemasangan baliho memuat foto tokoh yang dicalonkan diganti  dengan pemberian bansos atau program-program lain yang lebih kongkrit bagi rakyat yang memerlukan.

Ia juga berpesan agar para kader PDI-P memberikan masukan pada pimpinan mereka tentang hal-hal bermanfaat yang bisa diberikan pada rakyat terutama di tengah pandemi kini, tidak menerima saja apa yang disampaikan seniornya.

210 Baliho Puan

Sementara bos Gage Design, Bambang Nugroho mengaku mendapat pesanan 210 baliho memuat potret Puan untuk Sumatera Barat, DI Aceh dan DI Yogyakarta serta Jawa Tengah.

Harga baliho berukuran dari 2 x 4 meter sampai 8 x 16 meter, menurut Bambang, berada  pada kisaran harga antara Rp1 juta sampai Rp15 juta.

Sementara anggota Komisi III DPR dari F-PDIP Arteria Dahlan berkilah, pemasangan baliho atau billboard Puan adalah untuk lebih mengenalkan sosok ketua DPR itu secara internal.

“Tinggal pesan online saja, pemasagannya tidak menganggu kerja para kader, “ kilahnya dan menambahkan, PDIP yang menyebut dirinya “Partai Wong Cilik” sudah melakukan berbagai program bagi rakyat di tengah pandemi, dan kiprahnya tidak berkurang gegara baliho atau billboard.

Sementara survei capres yang dilakukan oleh Indonesia Research Consulting pada Juni lalu, Puan menempati urutan ke-11 dengan elektabilitas 1,1 persen, jauh di bawah Ganjar Pranowo (20,5 persen), Prabowo (16,7 persen), Ridwan Kamil (16,1 persen) atau AHY (5,8 persen.

Setelah pemasangan baliho secara masif pun, elektabilitas Puan yang dirilis 8 Agustus lalu hanya naik 0,3 persen dari 1,1 persen menjadi 1,4 persen.

Rakyat sudah bertambah cerdas untuk memilih mereka yang dinilai bakal tulus, mampu dan mumpuni serta amanah memimpin negeri ini ke depannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement