PKK Tersenyum, Program Penanganan Limbah Minyak Jelantah Melalui Sedekah

Secara Simbolis camat Matraman, Lurah Kayu Manis Utara, Direktur Rumah Sosial Kutub dan ketua PKK Jaktim menuangkan minyak jelantah kedalam tong

JAKARTA – Program Sedekah Minyak Jelantah yang diinisiasi oleh Rumah Sosial Kutub telah resmi diluncurkan. Setelah sukses membawa DKI Jakarta menuju Top 99 Program Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PAN RB), banyak daerah yang terinspirasi oleh program ini salah satunya Kecamatan Matraman dan Kecamatan Jatinegara dengan menjadikan Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai penggeraknya.

Pemilihan Kelompok PKK Sebagai penggerak program Sedekah Minyak Jelantah karena melihat besarnya semangat dan antusiame Ibu-ibu PKK di wilayah Jakarta Timur untuk turut serta dalam menjaga lingkungan. Tersenyum yang berarti Terima Sedekah Minyak Jelantah Untuk Mereka memiliki filosofi yang sangat kuat dengan core aktivitas Rumah Sosial Kutub sebagai Lembaga Sosial.

Direktur Eksekutif Rumah Sosial Kutub,, Suhito bersama ketua PKK wilayah Jakarta Timur membagikan bantuan sembako kepada warga terdampak pandemi (foto: Romy)

“Tersenyum berarti simbol kebahagian, sebuah kebahagiaan untuk ibu-ibu yang tak lagi bingung ke mana minyak jelantah mereka akan dibuang. Simbol kebahagian juga karena terlepas dari rasa bersalah membuang sembarangan minyak jelantah ke saluran air atau lingkungan dan simbol kebahagian karena bisa bersedekah melalui limbah yang dianggap sepele namun bisa memberi manfaat yang sangat luas untuk orang-orang yang membutuhkann di seluruh Indonesia,” jelas Suhito selaku Direktur Eksekutif Rumah Sosial Kutub.

Selama ini, masyarakat hanya membuang minyak jelantah ke saluran air seperti wastafel, saluran drainase, septic tank, atau bahkan menggunakannya hingga habis. Padahal jika dibuang sembarangan sangat mencemari lingkungan dan tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi terus menerus.

Di sisi lain, masyarakat belum mendapatkan solusi yang tepat dalam menangani permasalahan ini. Hingga muncullah Tong Sedekah Minyak Jelantah yang didistribusikan oleh Rumah Sosial Kutub. Sehingga masyarakat mulai mengumpulkannya dan kemudian membuangnya ke tong-tong tersebut.

“Harapannya program ini akan terus menginspirasi masyarakat secara luas agar kualitas sumber daya masyarakat kita semakin baik dan lingkungan kita dapat terjaga dengan baik,” Suhito.

Direktur Eksekutif Rumah Sosial Kutub,, Suhito bersama Lurah Utan Kayu Utara, Euis Saadah Hernawati saat diwawancarai media (foto: Romy)

Lurah Utan Kayu Utara, Euis Saadah Hernawati menambahkan bahwasanya program PKK Tersenyum ini sebetulnya hampir ada di awal tahun 2020 namun apalah daya pandemi Covid-19 datang, sehingga baru terlaksana dibulan September 2020.

“Kami dari awal tahun kerjasama dengan Rumah Sosial Kutub tapi baru bisa terlaksana di bulan September, baru bisa bersosialsisai dengan masyarakat, tokoh masyarakat, dan hari ini kita langsung mendapatkan 150 jerigan atau 2700 liter,” ucapnya.

Euis menambahkan tentunya kami berharap program ini bisa menginprasi seluruh warga bukan hanya disini saja, tapi kita inginnya di seluruh warga Indonesia bisa tidak membuang minyak jelantah, dan tidak membuang limbah.

Advertisement