
RAMALLAH – Dewan Pusat Pembebasan Organisasi Palestina (PLO) telah mengakhiri komitmen Otoritas Palestina terhadap pemerintah Israel, termasuk pengakuan Palestina terhadap negara Israel, sampai Israel mengakui negara Palestina di sepanjang perbatasan pra-1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada akhir sesi ke-30, Dewan Pusat PLO mencatat bahwa Israel terus mengabaikan perjanjian dan komitmennya terhadap Palestina.
Keputusan dewan termasuk mengakhiri semua jenis koordinasi keamanan dengan Israel serta hubungan ekonomi, mengingat bahwa Protokol Ekonomi Paris tidak lagi berlaku dan fase transisi, yang seharusnya mengarah pada negara Palestina yang berdaulat dan independen, tidak ada lagi.
Dewan juga menyatakan penolakannya terhadap “Kesepakatan Abad Ini” yang bertujuan memisahkan Gaza dari Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Dewan menegaskan kembali bahwa mencapai gencatan senjata dengan pendudukan Israel adalah tanggung jawab PLO sebagai satu-satunya wakil sah dari rakyat Palestina.
Sesi ke-30 dewan diadakan di Ramallah yang diduduki dan dipimpin oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas, demikian dihimpun Middle East Monitor.




