
HUBUNGAN antarnegara serumpun dan terdekat , Malaysia dan RI diharapkan semakin hangat lagi dengan terpilihnya Ketua Pakatan Harapan (PH) Anwar Ibrahim (75) menjadi Perdana Menteri baru negara jiran itu.
Kebuntuan politik sempat terjadi saat PH hanya meraih 82 kursi dariĀ minimal 112 dari total 222 kursi di parlemen yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan baru, sementara pesaingnya, Perikatan Nasional (PN) pimpinan mantan PM Muhyiddin mengumpulkan 73 kursi.
Berdasarkan konstitusi Malaysia, Raja Yang Dipertuan Agung XVI Sultan Abdullah Sultan Ahmad Syah setelah berembug dengan Dewan Raja di sembilan kesultanan di Malaysia menunjuk Anwar Ibrahim sebagai PM baru.
Anwar yang telah menanti selama 25 tahun untuk menjadi orang nomor satu di negeriitu, disumpah oleh Raja Malaysia dan dilantik di Istana Nasional, Kamis sore (24/11).
Selanjutya, Anwr akan membentuk pemerintahan Bersatu terdiridari unsur PH (82 kursi), Barisan Nasional (30 kursi) dan Gabungan Partai Sarawak (23 kursi) atau seluruhnya memberikan suara mayoritas dengan 135 kursi.
Anwar dalam jumpa pers setelah pelantikannya, menyebutkan, perubahan yang sejak lama dinanti warga Malaysia sudah tiba dan ia tidak akan berkompromi terkait tata kelola pemerintahan yang baik, gerakan anti korupsi, kemandirian peradilan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Politisi yang awalnya meniti kariernya sebagai aktivis kampus itu mendirikan gerakan pemuda Islam, Angkatan Belia Islam Malaysia (AHIM) pada 1982, lalu ia direkrut oleh PM Mahathir Muhammad ke dalam UMNO dan pemerintahan.
Karier Politik
Karier Anwar cukup moncer, pernah menjabat menteri keuangan dan wakil PM (1993 ā 1998), namun di tengah krisis ekonomi global pada awal 1990-an, ia bersilang pendapat dengan Mahathir, lalu dipecat pada September 1998.
Masa kelam mendera Anwar setelah ia ditangkap dan dipenjara atas dakwaan melakukan sodomi serta korupsi, namun setelah sekitar 10 tahun dibui, Anwar berkongsi lagi dengan Mahathir pada Pemilu 2018.
Mahathir kemudian menjadi PM untuk kedua kalinya dengan kesepakatan akan menyerahkan jabatanya pada Anwar, namun sebelum terwujud, persekutuan mereka bubar, sehingga Anwar kembali menjadi oposisi selama 25 tahun.
Anwar sendiri adalah sosok yang cukup populer dan memiliki banyak sahabat, para elite di Indonesia.
Dalam pembicaraan per telpon dengan Presiden Jokowi setelah pengangkatannya sebagai PM, Anwar menyebutkan, RI adalah sahabat sejati Malaysia sehingga ia berharap hubungan bisnis, investasi, perdagangan dan kebudayaan antarkedua negara makin kokoh lagi.
Sebaliknya Jokowi mengatakan: āDatuk adalah sosok yang dikenal luas dan dihormati oleh rakyat Indonesiaā.
Semakin kokohnya persahabatan antara RI dan Malaysia tentu akan akan menciptakan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kedua negara dan juga bagi kawasan.




