PNS Wanita Poliandri

Ziona Chana dari India, punya istri 39, seakan bersaing dengan raja-raja di Jawa.

UU Perkawinan No. 1 tahun 1974, menyebutkan:  seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri dan seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami. (pasal 3). Tapi entah kenapa kini mulai banyak perempuan bersuami dua dengan berbagai motifnya. Bahkan Menpan-RB Tjahjo Kumolo terkaget-kaget ketika ada laporan 5 PNS wanita kedapatan bersuami dua alias poliandri.

Sejak Orde Baru (1983) hingga sekarang, PNS atau ASN dilarang berpoligami, yang nekad pecat. Jika pun ada dispensasi, harus izin istri dan atasan. Tapi belakangan makin nekad saja, sejumlah PNS wanita pun kini berani poliandri alias “slendro pelog”            (bersuami dua).

Berdasarkan PP 10 tahun 1983, pemerintah melarang PNS lelaki beristri dua atau lebih. Soalnya tahu sama tahulah, gaji PNS itu pas-pasan saja. Jika sampai punya dua dapur, jelas tidak mencukupi. Nah, yang begini ini dikhawatirkan suami lalu akan korupsi baik yang kecil-kecilan maupun besar-besaran.

Entah kenapa, pemerintah Orde Baru dengan PP No. 45/1990 memberi sedikit kelonggaran. Lelaki PNS boleh poligami sepanjang ada izin istri dan Kepala Kantornya. Tapi faktanya ketentuan pemerintan itu banyak yang dilanggar. Maklumlah, aurat mengalahkan surat. Maka pada awal Januari 2020 telah dipecat 73 PNS gara-gara langgar persyaratan poligami.

Lelaki berpoligami jarang yang beralasan untuk mengangkat derajat wanita yang hendak dinikahi. Kebanyakan bukan derajat, tapi syahwat! Karenanya baik perawan atau sudah janda, pasti yang diambil yang masih muda dan mulus bebas dempul.

Entah alasan emansipasi atau bagaimana, kini wanita pun mulai banyak yang berani bersuami dua. Di kalangan PNS, menurut Menpan-RB Tjahjo Kumolo, tercatat sudah ada 5 PNS wanita ber-“slendro pelog” jika menurut istilah Jawa.

Agama Islam juga lebih dulu melarangnya. Surat Anisa ayat 24 menyebutkan: haram hukumnya bagi kamu sekalian, mengawini seorang wanita yang masih punya suami. Lalu hadits Nabi juga menyebutkan, wanita mengawini sejumlah lelaki dan mereka bergantian menyetubuhi, itu perbuatan jahiliyah. (HR Buchari-Muslim No. 5127). Soalnya jika lahir anak dari praktek poliandri tersebut, tak jelas siapa bapak aslinya, karena semua punya andil “nyetrom”.

Mentri Tjahjo Kumolo dengan tegas memecat mereka. Tapi sebetulnya wanita sampai poliandri karena berbagai faktor. Jika tidak karena faktor ekonomi, juga karena memang golongan wanita doyan jika tak mau disebut hiperseks. Lelaki sampai jadi korban poliandri juga karena pihak wanita tak mau terus tentang suaminya yang lain.

Sebelum UU Perkawinan dibuat pemerintah, secara tradisi masyakarat Indonesia secara turun-temurun bermonogami dalam kehidupan suami istri. Meski Islam membuka peluang untuk beristri sampai 4, jarang yang menempuh jalur tersebut kecuali kepepet. Misalnya, ada janda cantik nganggur yang siap dipoligami dan istri juga menerima.

Jika ada perkecualian, adalah raja-raja Jawa. Mereka bisa menikahi wanita sampai 40. Permaisuri 1, selir 39. Maka terjadi humor akar rumput di kota Solo, ketika dikabarkan Sinuwun Pakubuwono entah yang ke berapa, punya istri 40. Setiap istri raja menstruasi, sekolah SD Kratonan diliburkan sehari. Karena jumlah istri raja begitu banyak, maka SD tersebut nyaris setiap hari libur melulu.

Bagi masyarakat Jawa wanita bersuami dua tidak dikenal, kecuali hanya di jagad pakeliran saja. Misalnya Sarpokenaka adi Prabu Dasamuka dari Ngalengkadiraja, dia punya dua suami masing-masing Karadusaa dan Kala Nopati. Bahkan kabarnya Kala  Marica ajudan Prabu Dasamuka sering pula digilir oleh Sarpokenaka sebagai suaminya.

Kemudian Dewi Drupadi, dia bersuamikan Pendawa Lima juga hanya dalam wayang versi India belaka. Di negeri martabak tersebut, hingga kini di daerah terpencil budaya wanita bersuami banyak masih ditemukan. Misalnya di kota Dehradun, negara bagian Uttarakhand. Seperti pernah diberitakan Tribun Cirebon.Com bulan Maret lalu, wanita bernama Rajo Firma (28) tahun 2009 mengawini Guddu. Tapi sesuaia adat dan azas pemerataan, Rajo juga mengambil suami seluruh adik lelaki Guddu, yakni: Baiju (32), Sant Ram (28), Gopal (26), lan Dinesh (19). Otomatis dia setiap malam kodok kalung kupat, awak boyong sing gak kuwat, karena bergantian digauli oleh 5 orang kakak beradik. (Cantrik Metaram).

 

 

 

Advertisement