TEGAL – Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryo menjelaskan insiden jatuhnya bus di kawasan Guci Tegal, saat ditinggal supir dan kernet keluar dan dalam kondisi parkir.
Kecelakaan terjadi ketika rombongan hendak melakukan perjalanan pulang setelah menginap di kawasan wisata Guci. Bus yang semula dalam posisi terparkir meluncur pada jalanan menurun hingga terjatuh masuk ke sungai.
Agus menjelaskan, sopir atau kernet sempat menghidupkan mesin bus dan mengganjal bus sebelum insiden terjadi.
“Pada saat mau kembali beberapa penumpang sudah naik ke mobil terus dihidupkan mobil tersebut, terus remnya apakah berfungsi atau tidak berfungsi tentunya dalam proses penyelidikan, itu diganjal. Terus ditinggal, posisi bus diganjal, ditinggal kernet dan sopir. Terus dia laju tanpa sopirnya terus masuk ke jurang,” ujarnya, dikutip CNNIndonesia TV.
Sopir bus, Romyani, mengatakan sebelum kejadian dia sedang memanaskan mesin bus. Setelah menghidupkan mesin, dia pun turun dari bus. Romyani mengklaim dia berani turun dari bus lantaran sudah mengaktifkan rem tangan. Dia juga telah mengganjal roda bus.
Rombongan wisatawan yang mengalami kecelakaan dilaporkan berasal dari Kelurahan Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan.
Data manifest bus mencatat 50 penumpang, namun saat kejadian ada 37 orang di dalam bus, 13 lainnya masih berada di luar. Dalam insiden ini satu orang meninggal dunia, satu mengalami luka berat dan 35 lainnya luka ringan.
Polisi langsung mengamankan sopir bus Romyani untuk dimintai keterangan. Saat ini sopir dan kernet masih dalam status saksi.





