OGAN – Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, terus mendalami kasus 41 orang korban warga Desa Kepayang yang diduga mengalami keracunan setelah makan bakso bakar pada Sabtu (26/3/2016).
Peristiwa keracunan yang diduga akibat makan bakso bakar menyebabkan 41 orang korban terpaksa dirawat di rumah sakit umum daerah setempat sekarang sedang dilakukan investigasi asal muasal bakso dijual tersangka ND (38), kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) AKBP Dover C di Baturaja, Senin (28/3/2016).
Namun demikian, kata Kapolres, sampai saat ini pihaknya belum bisa menetapkan tersangka baru sebelum keluar hasil uji laboratorium.
“Kita akan bekerja secara profesional untu mengurut siapa saja yang terkait dalam kasus bakso bakar yang dijual oleh ND ini. Bahan bakunya apa saja, dibeli dimana dan dengan siapa. Ini yang akan kita selidiki,” jelasnya.
Dia mengharapkan hasil uji laboratorium secepatnya keluar, sehingga bisa segera menuntaskan kasus ini dan tersangka lainnya tidak keburu kabur.
Sementara tersangka ND mengaku, tidak pernah menyangka jika bakso bakar yang dijualnya menjadi petaka bagi 41 korban yang terdiri atas anak-anak dan orang dewasa tersebut.
Dimana mereka usai menyantap makanan ringan seharga Rp1.000 pertusuk itu, para korban langsung menderita mual dan muntah-muntah hingga dilarikan ke rumah sakit. – Antara





