
SPANYOL – Polisi Spanyol masih terus melakukan pencarian pada orang yang mengemudikan van yang telah menewaskan 14 orang di Barcelona.
Polisi mengatakan operasi keamanan sedang berlangsung di Catalonia dan di perbatasan Prancis untuk mencari Younes Abouyaaqoub yang lahir di Maroko, 22, satu-satunya dari 12 tersangka yang kemungkinan besar telah menyeberang ke Prancis.
Sementara tersangka lainnya yang terlibat dalam serangan tersebut telah ditangkap, ditembak oleh polisi atau tewas dalam sebuah ledakan di sebuah rumah di Catalonia sehari sebelum serangan van pada Las Ramblas, jalan raya paling terkenal di Barcelona.
“Kami tidak memiliki informasi spesifik mengenai hal ini namun tidak dapat dikesampingkan,” ungkap kepala polisi Catalan Josep Lluis Trapero mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Barcelona saat ditanya apakah Abouyaaqoub menyeberang ke Prancis.
Media Spanyol mengatakan pihak berwenang percaya Abouyaaqoub mengendarai mobil tersebut dan menabrakannya pada kerumunan wisatawan dan penduduk lokal yang berjalan di sepanjang Las Ramblas, meninggalkan jejak korban tewas dan 120 lainnya cedera. Trapero mengatakan bahwa dia tidak bisa memastikan siapa yang berada di belakang kemudi.
Anggota keluarga mengatakan kepada Reuters pada hari Minggu bahwa Abouyaaqoub telah mulai menunjukkan perilaku konservatif yang lebih religius dalam setahun terakhir, dan menolak untuk berjabat tangan dengan wanita saat berkunjung ke tempat kelahirannya di Maroko pada bulan Maret.



