Presiden Duterte Sebut PBB Tak Usah Ikut Campur Masalah Narkoba

Manila-Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengecam aksi PBB yang memprotes dan mengkritik perang terhadap  para mafia narkoba di negara itu.
Seperti dilaporkan laman Time, Jumat 19 Agustus 2016,  Duterte menyebut PBB telah bertindak bodoh dengan mengkritik programnya dalam memberantas narkoba, yang sejauh ini telah menewaskan sekitar lebih dari 1000 orang.

“PBB dengan begitu mudahnya membuat pernyataan bodoh. Lagi pula, kenapa PBB ikut campur dengan urusan dalam negeri di republik ini,” ujar Duterte seperti dilansir AP, Jumat (19/8)

Sementara itu, Agnes Callamard, pelapor khusus dalam urusan eksekusi,  mengatakan bahwa seruan Presiden Duterte untuk membunuh tanpa jalur hukum para tersangka pengedar narkoba sebagai hal yang tidak bertanggung jawab, esktrem, dan tergolong kriminal.

Kepala Kepolisian Filipina, Ronald de la Rosa, saat dengar pendapat dengan Senat, mengatakan lebih 1.000 orang tewas sejak Duterte melancarkan perang melawan narkoba. Dari jumlah itu, 665 dibunuh dalam “operasi yang sah” sementara 889 lainnya oleh kelompok sipil bersenjata. Pada masa kampanye, Duterte memang sudah berjanji untuk membasmi para pengedar maupun pengguna obat-obat terlarang.

“Pengarahan seperti ini tidak bertanggung jawab secara ekstrem serta termasuk menghasut kekerasan dan pembunuhan, yang merupakan kejahatan berdasarkan hukum internasional,” ujar Callamard dalam pernyataan tertulisnya.

Duterte sejak dilantik 30 Juni 2016 lalu telah berjanji akan menumpas habis para mafia narkoba. Bahkan, kata Duterte, pihaknya tak segan untuk menembak mati para pelaku kejahatan narkoba yang menolak menyerahkan diri. Kalau mereka menyerahkan diri dengan sukarela, maka mereka ini tak akan ditembak mati. Sebagai gantinya, mereka akan dipenjara.

Advertisement