BAGHDAD – Presiden Irak Barham Salih telah mengecam serangan terhadap para pengunjuk rasa antipemerintah dan media setelah pada saat demonstrasi anti pemerintah digelar.
Sepekan demonstrasi digelarĀ telah menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai 6.000 lainnya.
Ia menyebut mereka yang melakukan kekerasan itu sebagai penjahat dan musuh, dan memanfaatkan pidato di televisi pada hari Senin untuk menyerukan dihentikannya eskalasi situasi.
Salih mengatakan Irak telah mengalami cukup banyak kehancuran, pertumpahan darah, perang dan terorisme.
Dilaporkan VOA, sebelumnya militerĀ pada hari Senin (7/10/2019) mengaku menggunakan ākekuatan berlebihanā dalam menghadapi demonstran di kawasan Sadr City, Baghdad.
Pemerintah mengambil langkah menyingkirkan pasukan keamanan dari kawasan itu dan menyerahkan tugas patroli kepada polisi. Para pejabat juga berjanji untuk menuntut pertanggungjawaban setiap anggota pasukan keamanan yang ābertindak salah.ā





