JAKARTA – Presiden Kyrgysztan Almazbej Atambayev mengatakan perempuan muslim yang memakai pakaian Islami bisa teradikalisasi menjadi teroris.
Dalam pidatonya untuk mendukung perempuan tanpa hijab, Atambayev menuturkan kaum hawa di negeri itu sudah memakai rok mini sejak 1950-an dan tidak pernah berpikir untuk memakai sabuk penuh bahan peledak.
“Biarkan mereka (kaum perempuan) memakai rok mini supaya tidak ada lagi ledakan bom,” kata dia seperti dikutip BBC Selasa (16/08/16).
Atambayev adalah presiden dari sebuah negara yang 80 persen penduduknya muslim. Menurut dia pakaian Islami tidak sesuai dengan tradisi bangsa dan bisa jadi tanda bahaya.
Menurutnya teroris adalah orang-orang gila dan pakaiannya bisa berpotensi mencuci otak seseorang. Atambayev juga menuturkan dia pernah mendengar cerita obrolan para narapidana dan istri mereka di telepon.
“Istri-istri mereka yang memakai kerudung merencanakan serangan bom,” katanya.
Pemerintahan Atambayev belakangan menuai kritik lantaran memajang spanduk di seantero negeri untuk mengkampanyekan wanita tidak usah memakai pakaian Islami.





