STRASBOURG (KBK) – Presiden Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) Anne Brasseur menyatakan, ia merasa tidak enak hati di pertemuan di Strasbourg, atas perlakuan pemimpin Uni Eropa terhadap krisis pengungsi di Eropa.
“Saya merasa malu, kita berbicara kuota pengungsi seperti tidak pernah tuntas, padahal ini menyangkut masalah kelangsungan hidup manusia,” kata Anne Brasseur, Presiden PACE.
“Ini pertanyaan bermartabat. Apa kita bisa berbicara dengan cara begini untuk membahas pengungsi,” kata Brasseur.
Menurut laporan Xinhua, Sabtu (17/10/2015), ini bukan pertama kalinya Brasseur berbicara keras secara terbuka mengkritik perilaku dan kebijakan para pemimpin Eropa mengenai penanganan krisis pengungsi.
“Sebanyak 23 pemimpin negara Uni Eropa, seperti sales karpet,” kritik Brasseur kepada pemimpin negara-negara Uni Eropa yang baru memutuskan akan menerima 120.000 pengungsi.
Sebuah pertemuan puncak para pemimpin Eropa diadakan Kamis lalu di Brussels bertujuan untuk mengawasi pelaksanaan keputusan KTT luar biasa yang diadakan 23 September 2015 lalu.





