
PRESIDEN Joko Widodo menyerukan agar akses vaksin Covid-19 dibuka untuk seluruh negara tanpa kecuali karena kesehatan sejagat tidak bisa diwujudkan kecuali jika seluruh penduduknya sehat.
Seruan itu disampaikan Jokowi secara virtual dari Istana Bogor dalam KTT G20 yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi 21 – 22 November).
Komitmen politik negara-negara G20, lanjutnya, sangat dibutuhkan untuk memobilisasi pendanaan global bagi pemulihan kesehatan akibat pandemi Covid-19 yang pada gilirannya sangat penting bagi pemulihan perekonomian dunia.
Konferensi dan Pembangunan PBB (UNCTAD) telah meminta dukungan dana sebesar 2,5 triliun dollar AS agar negara berkembang mampu keluar dari keterpurukan ekonomi dengan memperlebar ruang fiskalnya
Untuk itu, dituntut perhatian negara-negara G20 memberikan dukungannya bagi restrukturisasi utang bagi negara berpendapatan rendah yang tentunya harus dibarengi peningkatan manajemen utang dan transparansi data serta keberlanjutan manajemen fiskal.
Dukungan bagi kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, lanjut Jokowi, sangat penting bagi negara-negara berkembang, sehingga jika dikurangi secara terburu-buru akan membuat pemulihan ekonomi dunia terus molor.
“Keleluasaan fiskal negara berkembang dibutuhkan untuk membiayai jaringan pengaman sosial, mendongkrak konsumsi domestik serta menggerakkan UMKM, “ demikian Jokowi.




