YAMAN – Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi telah menolak proposal perdamaian PBB yang disampaikan utusan PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed, untuk mengakhiri perang saudara disana.
Hadi mengatakan kesepakatan tersebut hanya akan membuat untuk perang lebih parah dan menghancurkan. Ia mengutus Ismail Ould Cheickh Ahmed untuk menolak proposal tersebut.
“Kesepakatan itu akan menjadi hadiah untuk pemberontak dan hukuman bagi rakyat dan legilasi Yaman,” kata Ismail di dalam pertemuan tersebut di Riyadh, Arab Saudi, dilansir Reuters, Sabtu 929/10/2016).
Dihari yang sama, Sabtu (29/10/2016), AFP melaporkan koalisi Arabmelakukan serangan udara yang menewaskan sedikitnya 10 warga sipil di kota medan pertempuran tenggara kota ketiga Yaman Taez.
Pemberontak mencoba memblokir bala bantuan untuk dibawa langsung di sepanjang jalan utama dari kantor pusat pemerintah di kota kedua Aden.
Ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat pertempuran. Sejak MAret 2015, Arab Saudi bertempur di Yaman. Bersama Amerika Serikat dan Inggris, pasukan Arab Saudi ikut bertanggung jawab atas perang saudara yang telah menewaskan sekitar 10 ribu jiwa. Menurut UNICEF, lebih dari 1,5 juta anak-anak Yaman hidup sengsara dan kekurangan gizi.





