JAKARTA – Papan bertuliskan ‘Bisa mengobati semua macam penyakit dengan suka rela dan ikhlas’ terpampang jelas di belakang sepeda motor Sumardi (57). Di hiasi bendera merah putih, pria asal Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur itu bertekad keliling Indonesia memberikan jasa pengobatan tradisional dengan cara pijat gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Berbekal sepeda motor dua tak yang diberi pelindung dari depan hingga belakang Sardi memulai perjalanan perdananya menuju Semarang pada pertengahan 2016 silam. Dalam perjalanannya Sumardi mengaku sama sekali tidak membawa uang.
“Saya tidak bawa uang dari rumah, tujuan awalnya ke Semarang dulu, saya lewat Nganjuk terus Ngawi. Selama perjalanan saya hidup dengan diberi uang dari pak polisi, Saya ingat di Ngawi diberi uang Rp300 ribu oleh pak polisi, itu saya pakai untuk makan dan biaya ke Semarang. Polisinya baik mau ngasih uang,” ujar Sumardi seperti dikutip dari akun Instagram @tribunjogja.

Dari Semarang Sumardi melanjutkan perjalanan ke Batam dengan menggunakan kapal.Dari Batam Sumardi melanjutkan perjalanan ke Palembang, hingga Lampung. Tujuannya sama, yaitu memberikan pengobatan lewat jasa pijat dan urut kepada orang yang membutuhkan.
sumardi menegaskan ia sengaja tak memungut biaya kepada oang yang menggunakan jasanya karena tujuannya ikhlas untuk menolong.Selama perjalanan Sumardi mencatat dirinya telah membantu sedikitnya 4 ribu orang.
setelah melakukan perjalanan di Sumatera, Suamrdi bergeser ke Jakarta.Lebih dari dua bulan ia menetap di Ibu Kota. Di Jakarta Sumardi mengalami banyak hal mulai dari kotak penyimpanan selimutnya di congkel, kaca pelindung motornya di pecah, hingga ditawari untuk tidur di hotel.
Bagi Sumardi pantang baginya tidur di dalam ruangan saat memberikan pengobatan gratis. Sumardi lebih senang memanfaatkan trotoar jalan untuk sekedar beristirahat.
“Karena pantangan dari kakek saya tidak boleh tidur di dalam ruangan kalau pas perjalanan mengobati orang. Kakek saya meninggal di usia 137 tahun dan gemar mengobati orang juga,” ucapnya.
Setelah mengarungi daratan Sumatera dan Ibu Kota kini Sumardi tengah berada di Kota Jogjakarta.





