spot_img

Prihatin dengan Rencana Serangan Darat Israel ke Rafah, Menlu Inggris: Hentikan Pertempuran Secepat Mungkin

MOSKOW – Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron, menyampaikan kekhawatirannya terhadap rencana serangan darat Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, Sabtu (10/2/2024).

Cameron mengekspresikan keprihatinannya karena lebih dari separuh penduduk Gaza mencari perlindungan di Rafah.

“Sangat prihatin dengan kemungkinan serangan militer di Rafah–lebih dari separuh penduduk Gaza berlindung di wilayah itu,” kata Cameron di platform X.

Menurutnya, prioritas utama adalah menghentikan pertempuran secepat mungkin untuk memberikan bantuan dan menyelamatkan sandera.

Dia menekankan bahwa langkah ini harus diikuti oleh upaya mencapai gencatan senjata yang berkelanjutan dan permanen.

Seperti diketahui, Israel telah melakukan serangan di Rafah selama beberapa hari sebagai persiapan serangan darat untuk menindas kelompok Hamas.

Rafah menjadi tempat perlindungan terakhir bagi lebih dari 1 juta warga Palestina yang diminta untuk pindah ke selatan selama empat bulan operasi militer Israel di wilayah kantong Palestina.

Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan sekutu Israel di Barat telah mengkritik keputusan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam memerintahkan serangan darat di Kota Rafah yang padat penduduk. Mereka juga memperingatkan akan kemungkinan terjadinya bencana kemanusiaan.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles