Profil Juda Agung, Deputi Gubernur BI yang Mendadak Mengundurkan Diri

juda Agung mundur dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI. (Foto: Dok.BI)

Jakarta, KBKNews.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersiap menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Jumat (23/1/2026) pekan ini dan Senin (26/1/2026) pekan depan. Proses tersebut digelar menyusul pengunduran diri mendadak Juda Agung dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI. Padahal masa tugasnya sejatinya masih berlaku hingga 2027.

Kepastian mundurnya Juda disampaikan Bank Indonesia melalui keterangan resmi. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan pengunduran diri tersebut telah diajukan secara formal kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Bapak Juda Agung telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal 13 Januari 2026,” ujar Ramdan, Rabu (21/1/2026).

Namun demikian, BI tidak membeberkan alasan di balik keputusan tersebut. Mundurnya Juda pun langsung membuka proses seleksi pengganti di jajaran Dewan Gubernur BI.

Tiga Nama Calon Pengganti

Pasca-pengunduran diri Juda Agung, Presiden mengusulkan tiga nama calon Deputi Gubernur BI kepada DPR. Salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. Sebagai informasi, dia juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto.

Dua kandidat lainnya berasal dari internal Bank Indonesia, yakni Solikin M. Juhro yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI serta Dicky Kartikoyono, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.

Rekam Jejak dan Latar Belakang Juda Agung

Juda Agung dikenal sebagai ekonom dengan pengalaman panjang di bidang kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. Berdasarkan laman resmi Bank Indonesia, Juda lahir di Pontianak pada 1964.

Pendidikan tingginya dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengambil bidang Teknologi Pertanian dan lulus pada 1987. Ia kemudian melanjutkan studi ke University of Birmingham, Inggris, dan meraih gelar Master di bidang Money, Banking, and Finance pada 1995. Gelar doktor (PhD) di bidang Ekonomi dari universitas yang sama diraihnya pada 1999.

Karier internasional Juda sempat membawanya ke Washington DC, Amerika Serikat, sebagai Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) pada periode 2017–2019. Sepulangnya ke Indonesia, ia dipercaya menduduki posisi strategis di Bank Indonesia.

Pada periode 2020–2022, Juda menjabat sebagai Asisten Gubernur BI yang membawahi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial. Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum akhirnya diangkat sebagai Deputi Gubernur BI.

Diangkat hingga 2027, Mundur Lebih Awal

Juda Agung resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021. Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan dilakukan pada 6 Januari 2022, dengan masa jabatan yang seharusnya berakhir pada 2027.

Keputusan untuk mundur sebelum masa jabatan usai menjadikan langkah Juda Agung sebagai sorotan, terlebih di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here