
Jakarta, KBKNews.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi memiliki wakil ketua baru dari Fraksi Partai Golkar. Anggota DPR RI, Sari Yuliati, ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029, menggantikan Adies Kadir.
Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat paripurna DPR RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026). Seluruh anggota dewan yang hadir menyetujui penunjukan Sari Yuliati secara aklamasi, menandai dimulainya peran barunya di jajaran pimpinan lembaga legislatif.
Disetujui Aklamasi di Rapat Paripurna
Rapat paripurna penetapan Wakil Ketua DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa. Dalam forum tersebut, pimpinan DPR menyampaikan pihaknya telah menerima surat resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait pergantian unsur pimpinan DPR dari Fraksi Golkar.
“Surat dari DPP Partai Golkar menyampaikan usulan penggantian Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, dari Saudara Adies Kadir kepada Saudari Sari Yuliati,” ujar Saan saat membacakan surat tersebut di hadapan peserta sidang.
Usulan itu kemudian dimintakan persetujuan kepada seluruh anggota DPR yang hadir. Tanpa adanya keberatan, sidang menyatakan persetujuan secara bulat. Ketukan palu pimpinan sidang pun mengesahkan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Pergantian Seiring Penetapan Hakim MK
Penunjukan Sari Yuliati tidak terlepas dari keputusan DPR RI yang pada rapat paripurna yang sama menetapkan Adies Kadir sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) usulan DPR. Seiring dengan itu, DPR juga mencabut pencalonan Inosentius Samsul yang sebelumnya telah disetujui pada Agustus 2025.
Dengan beralihnya Adies Kadir ke proses seleksi hakim konstitusi, kursi Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar pun diisi oleh Sari Yuliati.
Bukan Pendatang Baru di Senayan
Sari Yuliati bukanlah sosok baru di dunia parlemen. Politikus Partai Golkar ini telah menjadi anggota DPR RI sejak periode 2019–2024 dan kembali memperoleh kepercayaan publik untuk duduk di Senayan pada periode 2024–2029.
Ia lahir di Jakarta pada 2 Juni 1976 dan menghabiskan masa pendidikan dasar hingga menengah di ibu kota. Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Negeri 81 Lab School, yang diselesaikannya pada 1994.
Latar Belakang Pendidikan Teknik hingga Hukum
Selepas SMA, Sari Yuliati melanjutkan pendidikan tinggi di bidang teknik. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Trisakti pada tahun 2000. Pendidikan magister kemudian ditempuh di Universitas Indonesia, dengan gelar Magister Teknik yang diselesaikan pada 2003.
Di tengah kesibukannya sebagai legislator, Sari Yuliati kembali menempuh pendidikan formal di bidang hukum. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Hukum dari Universitas Kristen Indonesia pada 2025. Saat ini, ia tengah melanjutkan studi program doktoral Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Kombinasi latar belakang teknik dan hukum tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan tugas-tugas legislasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan di parlemen.
Peran Strategis di Partai dan Parlemen
Selain aktif sebagai anggota DPR RI, Sari Yuliati juga memegang sejumlah posisi strategis. Ia tercatat sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Bendahara Fraksi Partai Golkar DPR RI, serta Wakil Ketua di salah satu komisi DPR RI.
Pada Pemilu Legislatif, Sari Yuliati terpilih dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kota Mataram.
Dengan pengalaman politik yang panjang, latar belakang pendidikan lintas disiplin, serta posisi strategis di internal partai, Sari Yuliati kini dipercaya mengemban peran sebagai Wakil Ketua DPR RI hingga akhir masa jabatan DPR periode 2024–2029.




