
SEMAKIN longgarnya kepatuhan publik terhadap prokes 3M Covid-19 terutama kewajiban mengenakan masker berbuah terjadinya lonjakan paparan harian, Rabu (16/11) menjadi 8.486 kasus dan 54 kematian.
Angka tersebut merupakan peningkatan kasus tertinggi sejak sekitar pekan ketiga September sampaiĀ pekan ketiga Oktober lalu dimana angka paparan harian sudah berada rata-rata di bawah 2.000 kasus.
Tren kenaikan Covid-19 mulai terjadi lagi sejak minggu keempat Oktober, dimana angka paparan harian mulai beranjak naik sampai ke level 6.000-an kasus, dan tertinggi pada 15 dan 16 November dengan 7.893 dan 8.486 kasus.
Puncak tertinggi angka paparan harian Covid terjadi saat serangan varian Delta pada 16 Februari 2022 dengan 64.718 kasus dan angka kematian pada 27 Juli 2021 sebanyak 2,069 orang.
lain melonggarnya kepatuhan terhadap prokes 3M, Guru Besar Mikrobiologi FK Universtas Indonesia Amin Subandrio mengemukakan, tren kembalinya kenaikan Covid-19 juga disebabkan begitu cepatnya varian Omicron bermutas membentuk sub-sub varian baru seperti B.A.1 sampai B.A.5, B.275 dan kini XBB.
Yang sedikit melegakan, dibandingkan serangan varianĀ Alpha (B.1.1.7) dan Delta (B.1.617) sebelumnya yang mengharuskan pasien dilarikan ke RS akibat sesak nafas dan pengentalan darah, serangan varian Omicron dan sub-subvarian lainnya umumnya ringan sehingga korban hanya perlu Isoman di rumah masing-masing.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga tidak menganggap varian Omicron XBB mengkhawatirkan karena walau lebih menular, tidak membuat pasien bergejala lebih berat.
Ayo kembali ke Prokes Covid-19 atau kita kembali lagi ke era PPSB atau PPKMĀ di tengah gawatnya puncak pandemi sebelumnya.




