Protein Rambut dapat Gantikan DNA untuk Identifikasi Manusia

Ilustrasi/ Foto: pilarbanten

WASHINGTON (KBK) – Protein dalam rambut manusia dapat dijadikan untuk mengidentifikasi keunikan individu selain DNA.

Demikian hasil studi yang dirilis AS Lawrence Livermore National Laboratory dalam dalam jurnal AS PLoS ONE terbitan minggu ini di Amerika.

Saat ini, DNA profiling umumnya digunakan untuk mengidentifikasi dalam ilmu forensik dan arkeologi, karena DNA sangat unik untuk setiap individu.

Namun, pengaruh lingkungan dan kimia dapat menurunkan kualitas DNA tersebut, sehingga para ahli mulai membatasi kegunaannya dari waktu ke waktu, para peneliti melaporkan minggu ini

“Protein lebih stabil dari DNA dan memiliki variasi yang mungkin unik untuk individu,” ungkap Penelitian itu.

Dalam studi baru, Brad Hart dari Lawrence Livermore National Laboratory dan rekan menemukan total 185 penanda protein rambut dalam satu pemeriksaan sampel laki-laki dan 66 rambut perempuan dari Eropa-Amerika, lima Amerika Afrika, lima warga Kenya dan enam sisa-sisa kerangka dari 1750-an dan 1850-an.

Jumlah dan pola penanda protein rambut setiap orang, sangat unik. Meskipun jumlah penanda protein individu yang dapat digunakan untuk membedakan orang bisa mencapai 1.000, mereka memperkirakan 185 penanda protein akan cukup untuk membedakan satu orang dari populasi satu juta orang.

Seperti dikutip dari Xinhua, teknik identifikasi baru menggunakan protein mungkin menawarkan alat lain untuk penegak hukum dalam penyelidikan TKP dan arkeolog.

Advertisement