JAKARTA – Ratusan haji asal Indonesia yang ilegal pergi lewat jalur Filipina nyatanya tidak dapat dipulangkan lewat Indonesia dan akan kembali lagi melalui Filipina. Untuk itu Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri akan mendampingi mereka agar tidak ditahan pihak imigrasi Filipina.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Polisi Agus Andrianto mengatakan pada Senin (19/9/2016) bahwa sejumlah penyidik Dittipidum pun berangkat ke Arab Saudi pada 16 September lalu.
Dia menyebut ratusan jemaah yang lolos ketika pergi ke tanah suci lewat Filipina akan ada pendampingan khusus dari sejumlah pihak terkait.
“Jadi dipulangkan ke Filipina karena jumlahnya belum bisa dipastikan. Bahkan pihak KJRI pun belum bisa memastikan. Jadi anggota saya suruh persiapkan geser ke Manila untuk menunggu di sana,” tandas Agus.
Ketika urusan di Filipina selesai, lanjut dia, para jemaah haji ini akan dikelompokkan. Setelah itu baru akan dipulangkan ke Indonesia. Sesampai di Asrama Haji, Pondok Gede, Jaktim, mereka akan dimintai keterangannya.
“Kesepakatannya, di Manila enggak periksa tapi mengelompokkan. Jadi kita bantu pemulangan. Kasih waktu dua hari kita juga akan siapkan tim untuk memeriksa di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta,” pungkas Agus, dikutip dari liputan6.com.
Diketahui ratusan WNI lainnya menadi korban penipuan travel haji ilegal yang mengiming-imingi berangkat haji menggunakan kuota Filipina agar tidak menunggu lama. 177 WNI sempat tertangkap sebelum berangkat, dan ratusan lainnya telah lolos melakukan ibadah haji 2016.





