TANGERANG – Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengatakan 208.952 jamaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air selama fase pemulangan 4 Juli – 4 Agustus 2023.
Sementara sebelumnya ada total 209.782 jamaah haji Indonesia yang tiba di Arab Saudi. “Masih ada 77 peserta haji masih dirawat di RS Arab Saudi, dan ada satu peserta haji yang hilang saat puncak haji dan saat ini masih saya perintahkan untuk terus dilakukan proses pencarian,” katanya.
Khusus untuk peserta haji yang sakit, Kemenag melalui Kantor Urusan Haji (KUH) terus melakukan pendampingan. “Bila nanti sudah sembuh, kami juga yang akan urus kepulangannya,” katanya.
Berdasarkan data Siskohat, hingga akhir masa operasional haji ada 773 peserta haji yang wafat. “Ini terdiri dari 752 haji reguler, 18 haji Khusus, dan tiga haji furoda,” katanya, dilansir Antara.
Dari 752 haji reguler yang wafat, kata Yaqut, sebanyak 562 orang di antaranya berusia 65 tahun ke atas. Sebanyak 81 orang berusia 60 – 64 tahun. 109 lainnya berusia di bawah 60 tahun.
Peserta haji yang wafat pada kelompok lansia berusia 98 tahun sebanyak dua orang, sedang yang termuda yang wafat berusia 42 tahun sebanyak enam orang.
Menag Yaqut mengatakan, ada dua layanan yang pertama kali dilakukan dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Pertama, memfasilitasi safari wukuf lansia dan jamaah disabilitas. Total ada 129 peserta yang mengikuti safari wukuf lansia dan disabilitas. Selain itu, ada 238 peserta haji Indonesia yang sakit dan disafariwukufkan dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Kedua, penyediaan tambahan 5 liter air zamzam bagi jamaah haji Indonesia. “Air Zamzam tersebut sudah siap dan ada di Arab Saudi, hanya masih menunggu penyelesaian administrasi untuk proses pengirimannya,” katanya.
Nantinya jamaah haji dapat mengambil air Zamzam di Kanwil Kemenag Provinsi atau Kantor Kemenag kabupaten/kota.





