BANDUNG- Sebanyak 60 penyandang disabilitas bawaan, akibat kecelakaan, dan penyakit mendapat bantuan kaki atau tangan palsu dari kegiatan sosial dari salah satu perusahaan asuransi terkemuka.
Sebelum mendapatkan bantuan kaki atau tangan palsu tersebut, para disabilitas harus menjalani pengukuran kaki atau tangan, di Pelataran Pusdai, di Jalan Supratman, Kota Bandung, Selasa 9 Agustus 2016.
Setelah pengukuran, peserta dipersilakan pulang dan akan menerima kaki atau tangan palsu milik mereka dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan.
Koordinator kegiatan Muhamad Syaid mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan sosial dari perusahaan asuransi selama lima tahun terakhir. Setiap tahunnya mereka menyalurkan 1.000 tangan dan kaki palsu di Indonesia. Hingga saat ini sudah tersalurkan 4.000 kaki atau tangan palsu di Indonesia.‎ Sementara pada tahun ini baru 500 yang sudah tersalurkan. Produksi kaki atau tangan palsu tersebut berada di Sunter Jakarta
“Kemarin baru dari Yogyakarta, di sana bawa pesanan 200 kaki atau tangan palsu‎ terus ditambah hari ini 60, jadinya produksinya lagi banyak dan akhirnya peserta harus menunggu hingga satu bulan lebih,” kata Syaid seperti diberitakan PR Online.
Dia menambahkan, sistem penyaluran kaki t‎angan palsu tersebut sesuai dengan permintaan daerah. Adapun kasus permintaan kaki tangan palsu tersebut dipicu tingginya tingkat kecelakaan untuk di kota-kota besar dan faktor kesehatan untuk di daerah.





