Puluhan Rumah di Banjarnegara Rusak akibat Tanah Gerak

Ilustrasi Babinsa Pagedongan, Sertu M Masrur memperlihatkan rumah warga yang rusak akibat fenomena tanah bergerak di Desa Kebutuh Jurang, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara, Senin (18/2/2019)/ iNews

BANJARNEGARA – Sebanyak 22 rumah warga di Banjarnegara, Jawa Tengah mengalami kerusakan akibat bencana tanah gerak karena curah hujan tinggi terus mengguyur wilayah tersebut.

Informasi sementara, sebanyak 22 rumah penduduk, di Desa Kebutuh Jurang, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara, rusak , dan kondisi rumah warga yang terdampak mengalami retak pada dinding hingga jebol, lantai amblas hingga 50 sentimeter dan bangunan miring.

Tanah bergerak juga menimbulkan retakan tanah di area pekarangan warga. Sebanyak 25 kepala keluarga, atau 83 jiwa yang rumahnya rusak kini memilih mengungsi ke tempat yang aman. Pasalnya, kondisi tanah yang masih terus bergerak saat terjadi hujan membuat mereka khawatir.

“Badan geologi saat ini tengah mengkaji kondisi tanah di permukiman warga, untuk mencatat dan mendata area yang masuk dalam zona bahaya,” kata Babinsa Pagedongan, Sertu M Masrur, Senin (18/2/2019), dikutip iNews.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, 70 persen wilayah Banjarnegara merupakan zona merah rawan pergerakan tanah. “Warga yang tinggal di area rawan bencana dihimbau wasapada saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi lebih dari lima jam,” kata Masrur.

Salah seorang warga Desa Kebutuh Jurang, Nisem menyebut, fenomena tanah bergerak di wilayahnya sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir.

“Kalau mulai retak bunyi keras begitu. Ya kami khawatir dengan kondisi ini. Harapannya bisa segera dicarikan solusinya oleh pemerintah,” kata dia.

Advertisement