MALUKU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 42 rumah warga di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, rusak akibat gempa bumi dengan magnitudo 4,9 yang terjadi pada Kamis (24/3) pukul 20.51 WIB.
“Dari laporan tersebut saat gempa terjadi warga merasakan guncangan kuat dengan durasi satu sampai dua detik. BPBD melaporkan warga tetap berjaga-jaga di luar rumah dan waspada terhadap gempa susulan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Setelah gempa terjadi, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat berkoordinasi dengan aparat desa mendata dampak gempa.
Gempa dilaporkan berdampak pada 42 keluarga di Seram Bagian Barat dan menurut data sementara tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Abdul mengatakan, sebagaimana dilansir Antara, bahwa dampak gempa juga dirasakan oleh warga di Pulau Ambon, tetapi tidak sampai menimbulkan kepanikan. Warga Kota Ambon merasakan getaran gempa sedang selama satu sampai dua detik.
Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 yang terjadi pada Kamis (24/3) pukul 20.51 WIB pusatnya berada di sekira 12 km tenggara Kairatu pada kedalaman 10 km.
Gempa yang menurut pemodelan BMKG tidak memicu terjadinya tsunami itu getarannya dirasakan pada skala IV MMI di Kairatu dan III MMI di Ambon.
Pada skala IV MMI getaran pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi. Pada skala III MMI, getaran dirasa nyata di dalam rumah, terasa seolah ada truk berlalu.





