Puluhan Tahanan Imigrasi di Jepang Mogok Makan

Tahanan imigrasi di Jepang/ Reuters

JEPANG – Puluhan tahanan di sebuah pusat imigrasi Jepang melakukan mogok makan pada hari Kamis (11/5/2017) untuk memprotes penahanan yang lama dan berkepanjangan.

Kepala Asosiasi Pembebasan Sementara di Jepang, Mitsuru Miyasako mengatakan kepada Reuters mereka adalah pencari suaka dan yang lainnya pernah tinggal di Jepang selama berpuluh-puluh tahun sebagai pekerja migran.

Lebih dari 20 tahanan melancarkan mogok makan mereka di Biro Imigrasi Regional Tokyo pada hari Selasa, dengan lebih dari 12 orang bergabung dengan mereka pada hari Kamis.

Imigrasi, yang dilihat oleh beberapa orang Jepang sebagai ancaman terhadap keamanan, adalah topik yang kontroversial di sebuah negara di mana banyak orang bangga dengan homogenitas budaya dan etnis.

Sementara itu Petugas Departemen Kehakiman Shigeki Otsuki membenarkan beberapa tahanan menolak untuk makan.

Otsuki mengatakan bahwa dia tidak dapat segera mengatakan jika penahanan meningkat, namun mengatakan 387 pria dan 189 wanita saat ini ditahan di pusat Tokyo.

“Kita perlu perubahan, kita perlu menghentikan sistem ini,” kata salah satu pemogok makan.

Pemogokan tersebut menyusul dua aksi mogok makan yang memprotes perawatan medis yang buruk dalam penahanan di sebuah pusat di Osaka. Ini juga terjadi setelah kematian seorang tahanan Vietnam di sebuah fasilitas penahanan yang berbeda memprovokasi kritik mengenai kondisi di dalam.

Advertisement