Puluhan Warga Gorontalo Terkena Antraks

Ilustrasi/ Foto: kompasiana

Gorontalo-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo mencatat sejak bulan April 2016, sudah 62 warganya terkena penyakit antraks kulit.

Penderita antraks kulit di Kabupaten Gorontalo terbanyak berada di Kecamatan Bongomeme. Warga yang terkena antraks kulit tersebar di enam kecamatan dan 10 desa di Kabupaten Gorontalo.

“Hal ini harus selalu kita waspadai, penanganan antraks telah kami lakukan dan hingga saat ini masih berlangsung,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan di Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Arfan Boludawa, Selasa (2/08/2016) seperti dilansir JPNN.

Menurut Arfan, memang kasus antraks yang menimpa manusia sempat berhenti selama beberapa minggu, tetapi sekarang muncul kembali. “Untuk penanganan antraks membutuhkan kerja sama masyarakat dengan pemerintah agar mata rantai penularan antraks dapat diatasi,” ungkapnya.

Masalah yang ada saat ini, katanya, salah satunya lantaran masyarakat yang memilih untuk memotong paksa sapi yang sakit, karena jika dimusnahkan akan merugikan mereka dari segi ekonomi. “Sapi yang sakit dan dipotong paksa, akan menyebabkan penyebaran antraks, melalui darahnya dan menyebarkan spora antraks,” tutur dia.

Puluhan sapi dan kerbau di Kabupaten Gorontalo sejak bulan April yang lalu terserang bakteri antraks dan lima orang warga ikut terkena antraks kulit. Pihak Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas kelauran Perikanan dan Peternakan (DKPP) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo gencar melakukan vaksinasi ternak dan pengobatan.

Advertisement