
KARAWANG – Tumpahan minyak mentah dari sumur YY-1 Offshore North West Java (ONWJ) milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang mencemari pantai utara Karawang telah masuk ke sejumlah rumah milik warga di Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (28/8/2019) malam sekira pukul 19.00 WIB. Akibatnya, sebanyak 20 keluarga terpaksa mengungsi kerena bagian dalam rumahnya dipenuhi minyak mentah.
Menurut salah seorang warga Dusun Pisangan, Cemarajaya, Wanusuki, tumpahan minyak mentah masuk ke rumah warga bersama air laut yang saat itu sedang pasang. Minyak mentah langsung menempel pada lantai, dan perabotan rumah tangga milik warga.
“Saat air laut surut, tumpahan minyak mentah malah tertinggal di dalam rumah. Kondisi itu membuat warga tidak nyaman. Apalagi minyak mentah yang berbentuk krim itu sangat lengket dan sulit dibersihkan,” kata Wanusuki, dilansir PR.
Menurutnya, ada 20 keluarga yang meninggalkan rumahnya di malam hari.
Keterangan Wanusuki dibenarkan warga lainnya, Darsa, warga Dusun Cemara 2 RT 3 RW 3 Desa Cemarajaya Utara, Kecamatan Cibuaya.
“Bau minyak sangat menyengat hingga kami sulit bernafas,” kata Darsa.
Dia menjelaskan, gumpalan minyak datang bersama dengan gelombang pasang pada Rabu malam. Air laut kemudian masuk ke dalam rumah sambil membawa gumpalan minyak.
“Minyak-minyak terbawa air dan terus masuk ke celah-celah rumah dari malam sampai pagi, sehingga dapur dan toilet penuh oleh minyak,” tuturnya.
Menurut Darsa, rumahnya memang kerap dilanda banjir ketika air laut pasang. Akan tetapi, sebelumnya, rendaman air laut tidak terlalu menimbulkan masalah baginya.
Saat ini, lanjut dia, banjir laut pasang membuatnya pusing. Sebab, banyak gumpalan minyak yang terbawa masuk ke dalam rumah.
“Rumah saya hanya berjarak dua meter dari bibir pantai. Kalau laut pasang pasti terendam,” katanya.




