AMERIKA SERIKAT – Remaja Palestina yang sudah diterima masuk di Universitas HarvardĀ ditolak masuk ke Amerika Serikat karena petugas berkeberatan dengan posting yang dilakukan temannya di media sosial.
Ismail Ajjawi yang tinggal di Lebanon mengatakan ia diinterogasi selama berjam-jam ketika tiba di bandara Boston pada hari Jumat (23/8/2019).
Ditambahkannya, petugas imigrasi membatalkan visanya sesudah menggeledah laptop dan telepon genggamnya.
Dilansi BBC, Dia memprotes menyatakan bahwa posting media sosial itu tak ada hubungan dengannya, tetapi petugas berkeras bahwa ia “tak bisa diizinkan masuk” ke AS.
Juru bicara Customs and Border Protection (CBP), Michael McCarthy, mengatakan keputusan ini dibuat “berdasarkan informasi yang ditemukan pada saat inspeksi yang dilakukan oleh CBP”.
Kini Ismail Ajjawi sudah kembali ke Lebanon sejak peristiwa itu terjadi.
Sementara Universitas Harvard mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak keluarga dan pihak berwenang terkait untuk menyelesaikan masalah ini, sebelum perkuliahan dimulai pada tanggal 3 September.
Sebuah lembaga non-profit di Amerika juga menyediakan bantuan hukum kepada Ajjawi.





