MAKASSAR – Puluhan warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan terjebak banjir di sejumlah pemukiman di tiga kecamatan setelah dilanda hujan sedang hingga deras sepanjang hari.
“Seluruh tim kita turunkan. Ada kurang lebih seratus personil sudah turun dan didistribusikan ke sejumlah lokasi. Saat ini mereka di wilayah Kecamatan Manggala, dan Tamalanrea,” kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin di lokasi banjir, Jumat.
Personil beserta peralatan dan perahu karet telah diturunkan ke lokasi banjir. Sejauh ini terpantau daerah terendam air sebagian di Kecamatan Manggala, Perumnas Antang dan sekitarnya, wilayah Sudiang dan sekitarnya di Kecamatan Tamalanrea, serta sebagian di Kecamatan Biringkanaya.
Saat ini tim BPBD terus melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang tidak ingin dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Beberapa warga memilih masih bertahan di rumahnya meski telah dikepung air.
Dari laporan awal diterima pada Kamis (17/11) malam, kata Hendra, aliran air kiriman dari dataran tinggi di Kabupaten Gowa mulai masuk di kawasan Perumnas Antang Blok 10 Kecamatan Manggala, Makassar, yang berdekatan wilayah Gowa. Sejumlah warga mulai mengungsi di Masjid Jabal Nur untuk mengantisipasi ketinggian air
“Tadi malam itu air mulai naik, walau tidak hujan. Aliran air mengalir dari Gowa ke Makassar. Ada peningkatan air secara signifikan di Kecamatan Manggala, warga di dataran rendah mulai mengungsi di masjid. Awalnya, 20-an orang, tapi sekarang sudah 70-an orang,” katanya.
Sebelumnya, BMKG Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan dini pada Jumat, pukul 13.10 WITA bahwa berpotensi hujan sedang dan lebat disertai kilat, petir dan angin kencang pada pukul 13.40 WITA di sejumlah kabupaten kota di Sulsel.*





